Piala Polda Jateng rusuh, asisten wasit terkapar dilempar batu
Merdeka.com - Pertandingan final sepakbola leg kedua Piala Polda Jawa Tengah antara tuan rumah Persis Solo dan PSIS Semarang, yang digelar di Stadion Manahan Solo berakhir rusuh. Kerusuhan dipicu kepemimpinan wasit Satrio Bambang asal Magelang yang dinilai tidak adil.
Kondisi tersebut menyulut kemarahan penonton di tribun selatan dan timur. Mereka melemparkan botol air mineral dan kembang api ke lapangan. Peristiwa tersebut terjadi pada babak kedua paruh waktu.
Wasit bahkan harus menghentikan pertandingan hingga 5 menit. Setelah penonton kembali tertib, pertandingan yang masih belum membuahkan gol tersebut dilanjutkan. Namun di penghujung laga, keputusan wasit kembali dipersoalkan penonton. Lemparan dari tribun timur mengenai asisten wasit dua.

Pria bernama Sumato, asal Karanganyar tersebut terkapar di pinggir lapangan. Tim kesehatan harus membawa keluar untuk memberikan perawatan.
"Terkena lemparan batu di bagian kepala. Jadi harus diobati oleh tim kesehatan," ujar Heri Isranto, Panitia Pertandingan, Kamis (30/7).
Heri menambahkan, panitia bersama pengawas terpaksa membubarkan pertandingan yang tinggal menyisakan waktu 2 menit injury time. Hal tersebut dilakukan agar tak terjadi kerusuhan yang lebih luas.
"Tadi sesama suppoter Solo di tribun B 6 dan B7 sempat lempar-lemparan. Tapi bisa diredam. Yang di tribun B6 minta agar penonton B7 tidak melakukan lemparan ke lapangan. Tetapi malah salah terima, jadi malah saling lempar. Beruntung tidak berlanjut jadi kerusuhan," jelasnya.
Heri menambahkan, panitia sudah menerjunkan 590 personel aparat keamanan dari TNI, Polri dan keamanan intern. Pantauan merdeka.com di seputar Stadion Manahan, terlihat aparat menggiring para penonton agar segera pulang. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya