Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PHRI Catat 22 Ribu Wisatawan Domestik Datang ke Bali dalam Sehari

PHRI Catat 22 Ribu Wisatawan Domestik Datang ke Bali dalam Sehari Rapat PHRI Bali. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - PHRI mencatat wisatawan domestik ke Bali sudah mencapai 22 ribu per hari. Rinciannya, 12 ribu wisatawan datang melalui udara dan 10 ribu darat.

"Usaha hati-hati yang dilakukan Pemprov Bali adalah dalam rangka tujuan yang lebih besar, yaitu menjaga citra Bali dan Indonesia di mata dunia terlebih dalam rangka Konfrensi G-20 2022," kata Wakil Ketua Bidang Budaya Lingkungan dan Humas Badan Pengurus Daerah PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya di Badung, pada Selasa (14/12) malam.

Dia mengatakan tujuan rapat kali ini untuk membahas rancangan usulan yang nantinya akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali. Hasik rapat akan diteruskan ke Pemerintah Pusat terkait dengan permasalahan yang menyebabkan nihilnya wisatawan mancanegara datang ke Bali.

"Kita harus berbuat, tidak boleh diam. Kita harus satu suara dalam menyampaikan usulan ke pusat, tapi yang kita suarakan adalah suara perdamaian," katanya.

Menurutnya, Pemprov Bali sudah berbuat banyak untuk mempercepat pemulihan pariwisata Bali. Mulai dari vaksinasi. Saat ini, vaksinasi tahap dua di Bali sudah mencapai 90 persen dari target.

Pemprov Bali juga sedang memperjuangkan untuk mempermudah wisatawan asing masuk Bali dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Kita harus dukung dan kita harus kerjakan yang terbaik untuk menjaga kenyamanan dan kondusifitas Bali," kata dia.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun menyampaikan pihaknya berada satu barisan dengan pelaku industri pariwisata dalam memperjuangkan pembukaan pariwisata Bali. Hal ini untuk mempercepat bisa masuknya wisatawan mancanegara ke Bali.

Menurutnya, Pemprov Bali bakal mengajak para pelaku industri pariwisata menyampaikan ke Pemerintah Pusat terkait kebijakan yang dianggap memberatkan bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali.

"Ada tiga hal yang dirasa menjadi kendala bagi wisatawan masuk ke Bali adalah kebijakan visa, aturan karantina dan syarat penerbangan langsung. Hal ini yang harus di bicarakan baik -baik dengan Pemerintah Pusat agar didapat solusi yang menguntungkan semua pihak," ujarnya.

Dia memandang, aksi demo bukan menjadi solusi. Semua pihak harus menjaga Bali tetap aman dan damai jelang perhelatan G20 tahun 2022 mendatang.

"Akan tetapi selama menunggu event itu, Pariwisata Bali hendaknya bisa dibuka, sehingga kehidupan ekonomi masyarakat bisa bergerak, dengan tetap disiplin prokes," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Dinas Kabupaten Badung Cok Raka Dharmawan. Dia berharap selama Natal dan Tahun Baru, Nataru jangan ada pembatasan untuk wisatawan domestik masuk Bali. Menurutnya, akhir tahun adalah masa uji coba Bali siap membuka pariwisata.

"Saat ini Badung fokus benahi destinasi wisata. Tahun 2021 ini Badung menetapkan 6 desa wisata juga saat ini sedang menyiapkan untuk penataan Pantai Kuta, Tanjung Benoa, dan Legian," ujarnya.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP