Petugas jaga jadi otak komplotan pembobol gudang cengkeh di Bantul
Merdeka.com - Anggota Polsek Kasihan, Bantul berhasil meringkus komplotan pembobol gudang cengkeh. Komplotan ini mencuri di gudang cengkeh milik Jejen Ahmar Jaenun (47), warga Padokan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Akibat pencurian di gudang cengkeh miliknya, korban mengalami kerugian hingga Rp 720 juta.
Kapolsek Kasihan, Kompol Supardi menuturkan, salah satu dari komplotan pencuri cengkeh ini ternyata penjaga gudang milik korban. Sedangkan dua orang lainnya adalah kawan dari penjaga gudang cengkeh.
"Tiga orang tersangka berinisial Su (59), Hr (34) dan Rh (24). Ketiga tersangka ini berkomplot untuk membobol gudang cengkeh milik korban. Pencurian di gudang cengkeh milik korban dilakukan secara bertahap. Sejak September 2016 hingga Januari 2017," terang Supardi, Senin (10/4).
Dalam kurun waktu lima bulan, para tersangka menggasak 144 karung cengkeh kering. Setiap karungnya, berisi 50 kg cengkeh kering.
"Kasus ini baru dilaporkan pada 28 Maret yang lalu. Petugas awalnya menaruh kecurigaan pada Hr yang bekerja di gudang itu. Saat dilakukan penyidikan, di halaman rumah Hr ditemukan dua buah cengkeh yang jatuh ke tanah. Tak sampai 24 jam sejak laporan, kasus ini sudah berhasil diungkap," jelas Supardi.
Supardi menceritakan, pencurian dilakukan dengan cara masuk ke dalam gudang cengkeh lewat saluran air. Para tersangka masuk ke dalam saluran air yang terhubung dengan bak kontrol di dalam gudang. Lewat saluran air tersebut para pelaku keluar masuk ke dalam gudang dan mengambil karung berisi cengkeh.
Supardi menambahkan, setelah berhasil meringkus tersangka Hr, polisi menangkap dua pelaku lainnya yaitu Su dan Rh. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sebuah sepeda motor, satu karung cengkeh kering dan tujuh karung plastik.
"Para tersangka menjual hasil curiannya kepada pembeli yang sebelumnya sudah memesan. Tetapi, para tersangka juga beberapa kali menjual cengkeh curiannya ke pasar tradisional. Satu kilogram cengkeh dijual oleh para tersangka di pasar tradisional seharga Rp 75.000 hingga Rp 80.000. Padahal harga normalnya seharga Rp 100.000 per kilogram," ucap Supardi. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya