Petani yang aksi semen kaki temui Kepala Staf Presiden di Istana
Merdeka.com - Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng yang melakukan aksi protes mengecor kaki dengan semen mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/3). Mereka memasuki Kantor Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki sekitar pukul 16.45 WIB.
Terlihat dua petani pria dan dua perempuan masuk ke Kantor Kepala Staf Kepresidenan. Mereka datang dengan menumpangi mobil Toyota Innova. Setelah sampai, mereka terlihat dibantu dengan troli untuk dapat masuk ke Kantor yang terletak di sebelah Istana Negara itu.
Saat menyambangi Kompleks Istana Kepresidenan itu, mereka didampingi oleh Ketua Advokasi Bidang Hukum Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar. Saat ini, mereka masih melakukan pertemuan tertutup dengan Teten Masduki.
Seperti diketahui, belasan petani yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng kembali melakukan aksi protes terhadap izin kegiatan penambangan karst PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah. Aksi protes dengan mencor kaki itu dilakukan sejak Senin (13/3) lalu di depan Istana Merdeka, Jakarta.
Selain bertujuan untuk mempertahankan hidup, aksi juga dilakukan karena daerah tempat berdirinya pabrik itu terdapat cekungan air tanah yang merupakan daerah resapan, aliran, dan pelepasan air tanah. Intinya, kawasan tersebut merupakan penyimpan air tanah yang ikut menyuplai kebutuhan air di Pegunungan Kendeng Utara dan sekitarnya.
Mereka menegaskan akan terus melakukan aksi sampai Presiden Joko Widodo mencabut izin penambangan. Sebelumnya, Pemerintah masih menunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Usai kajian tersebut keluar, pemerintah akan meninjau ulang keberadaan pabrik semen, PT Semen Indonesia, yang merupakan akar dari aksi protes.
"Nanti setelah April akan selesai KLHS oleh Menteri Lingkungan Hidup. Jadi mungkin nanti dari situ saja peninjauan terhadap semua," kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/3).
Teten menjelaskan petani yang melakukan aksi tersebut pernah ditemui oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Kala itu, persoalan menjadi cair usai Presiden memberikan solusi dengan menunggu hasil KLHS yang akan keluar pada April 2017.
Namun, petani kembali mengulangi aksi mereka dua hari berturut-turut sejak Senin (13/3) kemarin. Teten mengatakan, aksi kembali dilakukan karena mereka melihat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan izin baru.
"Nah mereka ini kemudian memprotes kembali karena Gubernur (Ganjar Pranowo) mengeluarkan izin baru. Nah memang Gubernur mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan izin," katanya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya