Petani Translok Bener Meriah tewas diinjak-injak kawanan gajah
Merdeka.com - Nahas betul nasib Firman, seorang petani warga desa Rata Ara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah ini. Firman tewas diinjak gajah liar, Rabu (6/8) sekitar pukul 16.30 WIB.
Informasi yang dihimpun merdeka.com, peristiwa tragis tersebut bermula ketika Firman hendak pulang ke rumahnya di Trans Lokal (Translok) I dengan menggunakan motor. Namun ketika sedang dalam perjalanan, dia bertemu dengan kawanan gajah liar yang sedang melintas.
Saat itu pula Firman terjebak di dalam kawanan gajah, diserang dan diinjak oleh gajah bersamaan dengan sepeda motor miliknya. Diketahui, lokasi kejadian tersebut sekitar 600 meter dari jalan lintas Bireuen-Takengon.
Camat Kecamatan Pintu Rime Gayo, Mukhtar mengatakan, kebetulan saat kejadian itu dia bersama rombongan hendak menuju ke Translok tersebut dan selisih waktu sekitar 10 menit dari kejadian tersebut. "Waktu kami lihat Firman dan motornya tergeletak di pinggir jalan dan Firman sudah tidak bernyawa lagi," kata Mukhtar, Jumat (8/8).
Menurut dia, awalnya Mukhtar hanya menemukan motor yang tergelak di pinggir jalan. Lalu mereka berpikir pemiliknya sudah melarikan diri dan berusaha untuk mencari di sekeliling tempat itu. Akan tetapi betapa kaget mereka menemukan sosok mayat Firman tidak jauh dari lokasi setelah diinjak hewan bertubuh besar itu. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya