Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Petani karet dibantai 2 keponakan di depan anak dan istri

Petani karet dibantai 2 keponakan di depan anak dan istri Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pembunuhan yang dialami Ahmad Sarkati (48) sungguh tragis. Selain dibunuh oleh dua pelaku yang merupakan keponakannya sendiri, peristiwa itu terjadi di hadapan istri dan dua anak korban.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Dhafid Shiddiq mengungkapkan, pembunuhan terhadap petani karet itu terjadi di rumah di Desa Kelampadu, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir, Sumsel, Rabu (11/2) lalu.

Korban tewas mengenaskan di tangan dua keponakannya sendiri Amin Syahril (31) dan Aliansyah (29) yang sakit hati karena orangtuanya kerap dicaci dan dihina korban.

"Dari pengakuan kedua tersangka, pembunuhan sadis itu disaksikan langsung oleh istri dan dua anak korban," ungkap Shiddiq, Selasa (24/2).

Saat kejadian, istri dan anak korban tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis histeris. Sebab, mereka takut turut menjadi korban keberingasan kedua tersangka.

"Istri korban nantinya akan kita jadikan saksi dalam kasus ini. Sedangkan kedua anak korban masih dipertimbangkan karena masih trauma," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Sarkati (48) tewas dengan sejumlah bacokan dan tusukan hingga usus terburai setelah dibantai dua kakak beradik, Amin Syahril (31) dan Aliansyah (29).

Tragisnya, golok dan tombak yang digunakan tersangka milik korban karena peristiwa itu terjadi di kediaman korban. Kedua tersangka sakit hati lantaran korban kerap mencaci maki orangtua tersangka. Kedua tersangka mendatangi rumah korban dan terjadilah adu mulut. Terjadilah pembunuhan sadis tersebut. Dua pekan kemudian, kedua tersangka menyerahkan diri ke kantor polisi.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP