Peta Tujuh Kelompok KKB Papua Versi BNPT
Merdeka.com - Pemerintah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai organisasi teroris. Polisi memetakan ada enam kelompok kriminal bersenjata di Papua. Sementara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memetakan ada tujuh kelompok di kawasan Papua yang kerap melakukan aksi teror.
Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengaku telah memetakan tujuh kelompok tersebut. "(Ada tujuh kelompok KKB) Ya," kata Boy Rafli kepada merdeka.com, Selasa (4/5).
Tujuh kelompok itu tidak berdiam di suatu tempat saja. Mereka terus bergerak dan mendirikan markas berpindah-pindah.
"Mereka bergerak/mobile, walaupun juga punya basis tempat markas mereka," ungkapnya.
Berikut tujuh kelompok KKB yang kerap melakukan aksi penembakan versi BNPT:
1. Kelompok YambiDipimpin Lekagak Telenggen. Berada di wilayah Kabupaten Puncak Ilaga.
2. Kelompok TingginambutDipimpin oleh Goliat Tabuni. Berada di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.
3. Kelompok GomeDipimpin oleh Militer Murib dan Peni Murib. Berada di wilayah Kabupaten Puncak Jaya.
4. Kelompok Lani JayaDipimpin oleh Purom Okiman Wonda. Berada di wilayah Kabupaten Lani Jaya.
5. Kelompok NdugamaDipimpin oleh Egianus Kogoya. Berada di wilayah Kabupaten Nduga.
6. Kelompok TembagapuraDipimpin oleh Ayub Waker dan Sabinus Waker. Berada di wilayah Kabaputen Mimika dan Kelompok Intan Jaya, wilayah Kabupaten Intan Jaya.
7. Kelompok Kali KopiDipimpin Joni Botak. Berada di Kabupaten Mimika.
Boy melanjutkan, pendekatan humanis tetap dilakukan untuk meminimalisir menguatnya kekuatan KKB. "BNPT akan fokus upaya pencegahan dengan penguatan kerja sama dengan tokoh agama dan tokoh adat, tokoh masyarakat," tegas Boy.
Enam Kelompok KKB Versi Polisi
Kepolisian Daerah Papua sebelumnya telah memetakan enam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini aktif melakukan gangguan keamanan di wilayah pegunungan Papua.
Kapolda Irjen Pol Mathius Fakhiri di Timika, menyebut enam kelompok KKB itu terdapat di wilayah Kabupaten Puncak, Intan Jaya, dan Nduga.
"Kelompok ini sebetulnya kelompok besar, namun yang aktif selama ini ada enam kelompok. Mereka melakukan aktivitas di daerah Ilaga dan Beoga Kabupaten Puncak, Sugapa Kabupaten Intan Jaya dan di daerah Nduga," jelas Irjen Fakhiri, Senin (3/5).
Pimpinan KKB yang aktif di wilayah pegunungan Papua itu sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang/DPO kepolisian seperti Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, Egianus Kogoya dan lainnya.
"Sempalan dari kelompok Lekagak Telenggen di Kabupaten Puncak itu sekarang terbagi dalam dua kelompok," ujar Irjen Fakhiri.
Pascaterjadinya kasus pembunuhan dua guru yang bertugas di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada 8 dan 9 April 2021, aparat TNI dan Polri dikirim ke Beoga untuk melakukan pemulihan keamanan sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penembakan dua guru tersebut.
Selain ke Beoga, pasukan gabungan TNI dan Polri juga dikirim ke Ilaga untuk menyekat ibu kota Kabupaten Puncak itu dari gangguan KKB.
"Memang sedikit agak terlambat sehingga ada kejadian beruntun di Ilaga. Kami akan terus menempatkan perkuatan pengamanan pada dua titik itu sekaligus melakukan penindakan kepada mereka karena tidak boleh lagi ada yang melakukan kekerasan bersenjata maupun kejahatan lainnya yang membuat masyarakat menjadi trauma, takut, dan merasa terintimidasi. Karena itu upaya penegakan hukum akan terus kami lakukan secara tegas dan terukur," jelas orang nomor satu di lingkungan Polda Papua itu.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya