Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peserta UN di SLB Purwakarta mengaku kesulitan hadapi Matematika

Peserta UN di SLB Purwakarta mengaku kesulitan hadapi Matematika UN SMPLB Tuna Netra. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Hari ini adalah hari kedua Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Sekolah di Purwakarta, Jawa Barat. Pelaksanaan UN juga diikuti kalangan pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB).

Salah satunya dilakukan di SLB Jalan Beringin, Nagri Kaler, Purwakarta. Bagi para penyandang difabel, terutama tunanetra, UN menjadi masalah tersendiri. Apalagi hari ini, Selasa (10/5), yang diujikan adalah mata pelajaran Matematika. Sehingga setiap peserta harus didampingi pemandu atau penerjemah.

"Yang menjadi kesulitan meski menggunakan penerjemah, tingkat kesulitannya karena mereka tidak bisa mengotret (mencoret-coret) atau menghitung menggunakan kertas, seperti siswa di luar SLB" kata ketua panitia UN SLB, Im Teguh Trismawati.

Kemudian, kesulitan lainnya adalah waktu diberikan kepada Siswa Luar Biasa itu tidak berbeda dengan pelajar pada umumnya buat mengerjakan soal-soal ujian. Yaitu 120 menit buat setiap mata pelajaran.

"Ya mengikuti jadwal yang sudah ada ya. Jadi sekolah pada umumnya kita memberikan waktu 120 menit ya seperti itu. Hanya mungkin ada soalnya pun ada yang di beri braille, ada juga soal awas ya bisa dibacakan. Jadi diharapkan dengan hal seperti itu bisa membantu dalam pekerjaan," tambah Ima.

Di SLB Jalan Beringin, pelaksanaan UN tingkat SMP itu diikuti satu peserta pelajar tuna netra, dan empat orang tuna rungu, serta delapan orang tuna grahita.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP