Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pesawat Super Tucano jatuh di Malang diduga karena technical error

Pesawat Super Tucano jatuh di Malang diduga karena technical error Super Tucano TNI AU. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pesawat latih tempur Super Tucano jatuh di permukiman warga Jalan LA Sucipto RT 3 RW 5, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menduga penyebab jatuhnya pesawat tersebut karena technical error.

"Kami menduga, tentunya ini nanti yang akan memberi penjelasan lebih lanjut adalah TNI AU, kemungkinan adalah technical error, ada sesuatu dalam pesawat tersebut," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/2).

Pramono meyakini jatuhnya pesawat tersebut bukan dikarenakan faktor human error. Sebab, pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah merupakan seorang penerbang dengan kemampuan yang handal.

"Pilot adalah seseorang dengan kemampuan, kapasitas, dan kapabilitas yang mencukupi untuk menerbangkan pesawat. Maka dengan demikian sekali lagi tentunya ini hal yang perlu didalami," katanya.

Pramono menyayangkan insiden pesawat TNI jatuh dan mengakibatkan korban tersebut. Apalagi, peristiwa terjadi hanya selang beberapa waktu setelah kejadian serupa di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta.

"Maka dengan demikian karena ini dengan waktu yang relatif pendek antara di Yogya dan Malang, maka perlu ada evaluasi mengenai pesawat-pesawat yang digunakan oleh AU," imbuhnya.

Mantan Wakil Ketua DPR ini meminta agar dilakukan evaluasi terhadap pesawat-pesawat tempur milik TNI, dan alutsista secara menyeluruh agar kejadian serupa tak terulang. Apalagi, pesawat yang jatuh itu merupakan pesawat baru.

"Ya makanya ini kan menunjukkan sesuatu yang perlu dievaluasi dalam sistem alutsista kita, apalagi ini digunakan bukan untuk latihan berat yang bersama-sama tapi ini kan latihan ringan dan ini jatuh," tukasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP