Pesawat rusak, burung hingga cuaca jadi penyebab Lion Air delay
Merdeka.com - Keterlambatan penerbangan atau delay yang dialami Lion Air selama lebih dari 12 jam membuat para penumpangnya terdampar di bandara Soekarno-Hatta. Bahkan hingga pagi ini belum ada penjelasan pasti secara langsung dari pihak Lion Air terkait penyebab delay pesawat tersebut.
Tak cuma di Bandara Soekarno-Hatta, delay juga terjadi di kota-kota lain. Berbagai reaksi pun muncul dari para penumpang yang menjadi korban delay.
Bahkan, para penumpang tersebut sempat menyandera 2 orang petugas Lion Air yang tengah bertugas. Penyebabnya, mereka kesal karena tak juga mendapat penjelasan secara resmi dari Lion Air soal penyebab delay.
Sejumlah alasan pun muncul menjadi penyebab terjadinya delay. Berikut penyebab Lion Air delay seperti dirangkum merdeka.com:
Beberapa pesawat rusak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comInformasi dari otoritas Bandara Soekarno-Hatta, delay maskapai ini disebabkan beberapa pesawat Lion Air rusak."Informasi yang saya terima memang ada beberapa pesawat Lion Air yang mengalami kerusakan tetapi detailnya saya belum dapat informasi," ujar Direktur Utama Operasional PT Angkasa Pura II Djoko Muratmodjo kepada merdeka.com, Kamis (19/2).Menurut Djoko, dirinya sudah memberikan saran kepada Lion Air untuk menginformasikan mengenai keterlambatan ini kepada para calon penumpang. Namun ternyata hal itu tidak diindahkan oleh maskapai milik Rusdi Kirana ini.
Burung tabrak baling-baling
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMaskapai penerbangan Lion Air mengalami delay hampir seharian. Pasalnya, telah terjadi insiden kecil terhadap pesawat Lion Air jurusan Semarang-Jakarta yang diterbangkan pada Rabu (18/2) siang kemarin.Akibatnya, pesawat tersebut harus mendarat darurat di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang dan menjalani proses perbaikan di Bandara Ahmad Yani Kota Semarang yang dikelola oleh pihak PT. Angkasa Pura I Kota Semarang, Jawa Tengah."Kemarin siang, ada burung yang menabrak salah satu baling-baling pesawat Lion Air yang terbang dari Semarang ke Jakarta. Akibatnya, pesawat harus mendarat darurat di sini. Itu pesawatnya baru diperbaiki di sini," ungkap salah seorang staf lapangan PT. Angkasa Pura I Didik Kuntoro dalam percakapannya dengan penumpang Rahmulyo Adi Wibowo yang juga disaksikan merdeka.com Kamis (19/2) di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah."Tapi sebentar lagi normal kok," ungkap Didik Kuntoro pendek.
Tidak punya 20 persen pesawat cadangan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJadwal maskapai penerbangan Lion Air mengalami delay satu hari lebih sejak kemarin. Hal ini membuat ribuan penumpang yang hendak bepergian ke luar kota menjadi terganggu dan dirugikan.Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai tak wajar jika alasan delay hanya karena satu pesawat mengalami kendala teknis. Seperti yang diberitakan, delay ini terjadi karena satu pesawat Lion Air rute Semarang menuju Jakarta harus mendarat darurat karena pesawat ditabrak burung."Maskapai itu semestinya wajib punya pesawat yang baik sehingga kalau ada pesawat lain yang mendadak rusak atau mengalami gangguan teknis atau hal lain pesawat itu stand by," kata Alvin saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (19/2).Alvin menjelaskan, dalam aturan penerbangan maskapai harus punya minimal 20 persen pesawat cadangan dari yang dimiliki. Hal ini untuk mencegah terjadinya jadwal yang berantakan ketika ada pesawat yang mengalami kendala."Itu dimobilisasi dan standarnya adalah sekitar 20 persen dari jumlah pesawat yang dimiliki stand by atau sedang dalam perawatan. kalau rasio itu tidak dipatuhi yang terjadi seperti ini. Setiap 10 pesawat memiliki satu cadangan pesawat, satu dalam perawatan," tegas dia.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya