Pesan Adnan, 'LBH harus tetap jadi benteng keadilan bagi si miskin'
Merdeka.com - Advokat Nursyahbani Katjasungkana yang mengawali karirnya di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mengungkapkan rasa kehilangan atas berpulangnya praktisi hukum, Adnan Buyung Nasution, pada usia 81 tahun. Dia menganggap Adnan merupakan sosok abang sekaligus guru yang patut menjadi panutan di dunia hukum.
"Dia abang dan guru bagi banyak orang di dunia hukum. Legacy-nya berupa pendirian LBH untuk orang miskin, menginspirasi banyak orang untuk mengambil jalan membela si miskin dan akan tetap dikenang sepanjang zaman," kata Nursyahbani, Jakarta, Rabu (23/9).
Nursyahbani mengatakan, ada hal-hal yang tidak bisa dilupakan dari sosok Adnan. Menurutnya, pesan Adnan yang meminta LBH yang kini dikenal Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menjadi pelindung bagi si miskin harus bisa dipertahankan.
"LBH harus tetap jadi benteng keadilan bagi si miskin. Bukan hanya membela di Pengadilan tapi juga di arena politik hukum, agar kebijakan-kebijakan pemerintah responsif terhadap kepentingan si miskin," kenang dia.
Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Nursyahbani dan rekan-rekannya di LBH sempat menjenguk Adnan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Namun, pihak keluarga melarang masuk lantaran takut Adnan terlalu bersemangat jika bertemu anak-anaknya di LBH sehingga tidak bisa beristirahat.
"Karena saya datang bersama teman-teman dari LBH, termasuk LBH Bali dan Makassar, keluarganya takut kalau jumpa anak-anak LBH (Adnan Buyung) terlalu bersemangat, makanya dilarang ketemu," pungkas dia.
Ditemui terpisah di kediaman Adnan, Ketua umum Partai NasDem, Surya Paloh, menilai sosok pria berdarah batak itu mempunyai pemikiran perubahan selama masa hidupnya.
"Beliau mengajak kita pada pikiran-pikiran perubahan ke depan, itu yang kita hargai dari sosok Adnan," kata Surya Paloh di rumah duka di Jalan Poncol Lestari, Jakarta Selatan, Rabu (23/9).
Tak hanya itu, kata dia, Adnan Buyung juga salah satu aktivis angkatan 66 yang berani melawan pemerintahan orde baru. Menurut dia, para tokoh nasional pasti turut berduka terhadap meninggal dunianya Adnan Buyung.
"Saya pikir merasakan duka cita kepada beliau dan tentu kita mendoakan beliau agar Allah SWT menerima di sisi-Nya," kata dia.
Lanjut dia, dirinya terakhir bertemu dengan Adnan Buyung pada bulan lalu. Dia mengakui mengenal sosok Adnan Buyung sejak puluhan tahun lamanya.
"Kita memang kawan baik, dan beliau memang orang yang mudah untuk diajak ngobrol (bertukar pikiran). Nggak sempat jenguk ke RS," tukas dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya