Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perubahan Cuaca, Warga Tangsel Diingatkan Waspadai Ancaman DBD

Perubahan Cuaca, Warga Tangsel Diingatkan Waspadai Ancaman DBD Nyamuk Aedes aegypti. ©2019 wikipedia

Merdeka.com - Warga Tangerang Selatan (Tangsel) diminta mewaspadai dampak perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Potensi munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) salah satu yang harus menjadi perhatian.

Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Tulus Muladiono memaparkan, peralihan cuaca dari panas ke hujan kerap dibarengi dengan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan penyakit DBD.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kepedulian pada kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal. Perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti harus ditekan.

"Makanya jumantik (juru pemantau jentik) harus berjalan. Setiap orang harus jadi jumantik untuk tempat tinggal dan lingkungannya masing-masing. Lagi Pandemi begini, repot kalau orang luar masuk-masuk ke rumah orang lain," kata Tulus, Kamis (16/9).

Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat diharapkan bisa menekan penyebaran nyamuk pembawa virus DBD. "PHBS di rumah, semua warga harus jadi kader jumantik masing-masing di rumahnya,"jelas dia.

Berdasarkan laporan puskesmas dan RS, saat ini baru dua kasus DBD ditemukan di Tangsel. Keduanya berada pada kelurahan berbeda di wilayah Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

"Dua kasus yang kami temukan itu bisa jadi peralihan musim, karena saat ini mulai musim penghujan," kata dia.

Sementara itu, dua warga Kecamatan Pondok Aren yang terkena DBD terus dipantau pihak RS. "Laporan sementara ada penurunan trombosit, kita harus pantau. Kalau DBD kan penurunan trombositnya cepat 2x24 jam pasti ada penurunan, tapi melihat kondisi orangnya juga," jelas dia.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP