Pertama kali, badak Sumatera akan lahir di penangkaran
Merdeka.com - Untuk kali pertama Badak Sumatera akan melahirkan di kandang perawatan Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur. Kehamilan badak bernama Ratu (11) kini sudah memasuki usia 14 bulan hasil dari perkawinan dengan badak pejantan bernama Andalas (11).
"Jika badak lahir normal mungkin sekitar Juni ini. Juni di usia 15 bulan," kata salah satu Dokter Hewan SRS Eliza Jinata, saat ditemui wartawan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung, Kamis (25/4).
Namun kata dia, jika ada keterlambatan mungkin Ratu akan melahirkan sekitar Agustus 2012. Karena usia melahirkan untuk seekor badak yakni 15-18 bulan.
Pihaknya kini melakukan berbagai persiapan. Layaknya seorang yang melahirkan, Ratu pun diberlakukan seperti raja. Berbagai upaya dilakukan pengurus SRS agar Ratu bisa terlahir selamat. Karena diakuinya populasi badak sendiri makin kesini kian menyusut.
"Kita sudah siapkan segalanya. Dokter khusus, asupan makanan harus berprotein tinggi, kita kasih kacang tanah, toge," ujarnya.
Dia mengatakan untuk populasi badak sendiri saat ini peredaran di TNWK ada sekitar 20 badak liar. Sementara di SRS ada empat. Keempat badak tersebut kini dilindungi di suatu tempat seluas 100 hektare yang di mana setiap badak diberi dua orang pengawas.
Adapun keempatnya yakni Jantan - Andalas (11), Betina - Ratu (11), Rosa (11) dan Bina (27). Semuanya adalah Badak Sumatera. Eliza menyebut badak Sumatera di dunia hanya ada 10 yang tersebar. Di Malaysia tiga badak, dan Amerika tiga badak.
Sebelumnya badak Sumatera di Amerika pernah melahirkan. Indonesia jika berjalan lancar nantinya adalah kali pertama. Sementara Malaysia belum pernah terjadi.
"Kita berharap semuanya berjalan lancar, kita ingin populasi Ratu bertambah dan dilindungi," ujarnya.
Untuk proses kelahiran sendiri nantinya Ratu selain ditangani Dokter SRS yakni Eliza Jinata, dan Dedi Candra, Dokter asal dari luar yang turut diperbantukan.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di penangkaran SRS pun kini sudah dipasang CCTV. Agar aktivitas badak bisa selalu dipantau. Dia mengaku akan selalu menjaga keberadaan badak. Karena jika badak yang tersisa tidak dilindungi, lanjut Eliza, maka dapat dipastikan badak yang ada di Indonesia punah. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya