Persiapan KBM Tatap Muka, Dinkes Garut akan Petakan Penyebaran Covid-19
Merdeka.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Garut bersiap menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk siswa taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Rencananya, KBM tatap muka itu akan mulai dilaksanakan pada Mei 2021.
Menyikapi rencana tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani meminta agar semua pihak harus memerhatikan aspek kondisi lingkungan. Menurutnya, KBM tatap muka tidak dipaksakan di wilayah yang masuk zona merah.
"Kita tentunya akan melakukan kajian wilayah untuk sebaran Covid-19 ini, khususnya setelah Lebaran. Nanti akan dipetakan mana yang zona merah, kuning dan hijau. Nanti kita akan sampaikan, walau kemudian yang menentukan boleh dan tidaknya adalah dari Satgas," kata Leli, Jumat (2/4).
Saat ini, kondisi kasus Covid-19 di Kabupaten Garut mengalami kenaikan, walau tidak terlalu signifikan. Lebih dari itu, pihaknya pun sedang harap-harap cemas menghadapi libur Lebaran yang dikhawatirkan bisa memicu kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut.
Kecemasan yang disampaikan Leli beralasan. Ia menyampaikan bahwa melihat data saat Lebaran sebelumnya, terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.
"Walau pemerintah sudah jelas melarang mudik, tapi ada saja yang memaksakan diri sehingga harus diantisipasi juga menjadi pertimbangan nanti rencana KBM tatap muka setelah Lebaran," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong menyebut bahwa saat ini persiapan KBM tatap muka terus dimatangkan. Di antara hal yang disiapkan adalah standar operasional prosedur (SOP) untuk KBM tatap muka.
"Yang paling utama adalah prokes. Pemerintah pusat mengeluarkan aturan yang harus dipenuhi agar sekolah bisa menggelar KBM tatap muka. Setidaknya, sekolah harus memenuhi tiga unsur yang ditetapkan oleh pemerintah," sebutnya.
Untuk vaksinasi guru, Totong mengatakan bahwa saat ini masih banyak yang belum mendapatkan jatah vaksin, namun program itu masih terus berjalan. "Sekarang kita memprioritaskan guru yang bertugas di lokasi yang masuk zona merah," tutup Totong.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya