Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perseteruan panjang warga Bekasi dengan Indosat

Perseteruan panjang warga Bekasi dengan Indosat ilustrasi icon bekasi. ©2015 wordpress.com

Merdeka.com - Warga Bekasi Jawa Barat, pernah dibuat geram dengan iklan PT Indosat Tbk. Bagaimana tidak, disebut bahwa liburan ke Aussie (Australia) lebih mudah dibanding ke Bekasi. Iklan yang muncul awal tahun 2015 sontak mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan di Bekasi.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi kala itu sampai dibuat geram. Dia menganggap bahwa iklan tersebut sebuah pelecehan bagi daerah yang dipimpinnya. "Pelecehan dari produk iklan yang tidak ada dasar ukurannya," kata Rahmat, Sabtu (10/1).

Menurut Rahmat iklan yang dibuat Indosat tersebut sangat tendensius. Iklan itu dianggap hanya ingin mencari popularitas tanpa memikirkan dampak luas di masyarakat, Kota Bekasi.

"Saya kecewa, atas nama Pemerintah Kota Bekasi," kata Rahmat.

Bahkan empat elemen masyarakat mengadukan marketing communication (Marcom) PT Indosat sebagai pembuat viral ke Polresta Bekasi Kota atas tuduhan pencemaran nama baik dan penghinaan.

"Bagaimana bisa ke Australia lebih gampang daripada ke Bekasi," kata kuasa hukum pelapor, Naupal Al Rasyid.

Sadar bikin gaduh, Indosat segera menarik iklan yang dianggap masyarakat Bekasi sebagai bentuk pelecehan daerah.

Division Head Digital Media PT Indosat Tbk, Hera Laxmi Devi menjelaskan, iklan viral tersebut merupakan promosi internal yang disebarkan melalui media sosial Twitter milik akun resmi PT Indosat, yakni @indosatmania.

"Mulai dipasang sejak akhir Desember atau bersamaan dengan libur sekolah," kata Hera saat ditemui di Bekasi, Minggu (11/1).

Di saat itu menurut Hera, tak ada reaksi dari followernya. Namun, awal Januari mulai ada pertanyaan dari beberapa follower, karena ada kata-kata Bekasi. "Kok ada Bekasi ya?" ujar dia menirukan.

Pihaknya langsung merespons. Setelah dikaji, Indosat langsung menarik iklan viral itu pada 5 Januari lalu. Namun, karena sudah menyebar di media sosial, iklan tersebut dengan cepat menyebar ke masyarakat umum.

"Kami tidak memasang di media resmi, seperti televisi, media cetak, ataupun online," katanya.

Saat penarikan juga, pihaknya langsung meminta maaf melalui akun resmi. Dia mengaku tak ada motif apapun dalam pembuatan iklan viral tersebut, apalagi untuk menyudutkan Bekasi untuk komersil. "Ini pelajaran besar buat kami," katanya.

Dia menambahkan, dalam pembuatan iklan viral tersebut terjadi kesalahan komunikasi di dalam tim kreatif. Namun, dia tak mengetahui pasti letak kesalahan komunikasi tersebut karena sedang masih dalam penyelidikan internal.

"Yang membuat adalah agensi. Dan Agensi tersebut sudah kami putus kontraknya," katanya.

Tetapi, permasalahan tidak berhenti di situ, budayawan Bekasi tetap menginginkan penuntasan di jalur hukum. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP