Perppu Ormas diyakini mampu tekan radikalisme di Indonesia
Merdeka.com - Sejak diterbitkan, Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas menuai pro dan kontra. Bahkan, aturan itu telah digugat oleh Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Namun, GP Ansor menegaskan mendukung penuh diterbitkannya Perppu Ormas. Sebab, Indonesia dinilai tengah mengalami darurat faham radikalisme.
"Perppu Ormas itu ibarat aturan yang melarang pihak-pihak yang merusak rumah kita, Indonesia ini rumah kita bersama, tidak bisa dibiarkan ada pihak-pihak yang mau merusak. Saya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan Panglima Tertinggi Banser menegaskan, Pemuda Ansor dan Banser NU mendukung Perppu Ormas dan siap membela NKRI," kata Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut.
Pernyataan itu disampaikan oleh Panglima Tertinggi Banser NU itu dalam acara Kongkow Kebangsaan 'Perppu Ormas dan Ancaman Radikalisme' di Ciamis Jawa Barat, Kamis 3 Agustus 2017.
"Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang sesuai syariat Islam, karena didirikan oleh para ulama, seperti Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, dan lain-lainnya, karena didirikan oleh ulama maka sudah pasti sesuai dengan syariah Islam, maka tidak perlu lagi ada negara Islam atau Khilafah," kata Gus Yaqut ini dalam rilisnya.
Karena Indonesia didirikan oleh ulama, maka bagi warga NU, khususnya santri-santri NU memiliki kewajiban untuk membelanya.
"Indonesia ini warisan dari leluhur, para ulama dan kiai-kiai kita, maka kita wajib membelanya, sampai titik darah penghabisan, ini mati syahid yang sejati, bukan seperti yang dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri itu," lanjut Gus Yaqut.
Terkait ancaman radikalisme, Gus Yaqut mengutip hasil survei Wahid Foundation tahun 2016 yang menemukan angka 11 juta orang Indonesia siap melakukan tindakan radikal.
"Indonesia sudah darurat radikalisme, survei Wahid Foundation tahun 2016 melaporkan ada 11 juta orang yang siap melakukan tindakan radikal, ini bahaya sekali," tegas Gus Yaqut yang merupakan putra kiai NU, almarhum KH Cholil Bisri dari Rembang.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya