Perompak Selat Malaka, sulit ditumpas sejak dulu
Merdeka.com - Padatnya lalu lintas laut di Selat Malaka sejak lampau telah memicu perompakan berkali-kali. Berkali-kali operasi digelar aparat, tetap saja para bajak laut itu beraksi.
Dari segi ekonomi dan strategis, Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Bahkan sama pentingnya seperti Terusan Suez atau Terusan Panama. Selat Malaka membentuk jalur pelayaran terusan antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Bahkan secara tidak langsung menghubungkan tiga dari negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. India, Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.
Seperti terjadi belum lama ini. Sebuah komplotan perompak Selat Malaka menyandera kapal pengangkut minyak berbendera Singapura, MT Joaquim, dan menguras habis muatan minyak mentah sebanyak 2.900 ton. Para perompak kemudian menelantarkan kapal itu di perairan sebelah utara Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
"Perompakan terjadi terhadap Kapal MT Joaquim yang berlayar dari OPL Timur Sabah, Malaysia, menuju Pulau Langkawi," kata Komandan Pangkalan TNI AL Dumai, Kolonel Laut (P) Avianto Roswirawan, seperti dikutip dari Antara.
Avianto mengatakan, perompakan MT Joaquim terjadi pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 20.00 WIB oleh orang tidak dikenal, pada posisi 02'34.00 Lintang Utara dan 101'26.20 Bujur Timur. Kapal itu mengangkut 2.900 ton minyak mentah jenis light crude oil (LCO) dengan awak delapan anak buah kapal (ABK).
Kejadian perompakan baru diketahui oleh pihak agen kapal itu setelah kapal hilang kontak dengan perusahaan sekitar pukul 21.30 WIB. Kemudian mereka melaporkan kejadian itu ke otoritas Malaysia. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya