Pernak-pernik pelaksanaan UN di tiap daerah
Merdeka.com - Para pelajar tingkat SMA sederajat di beberapa daerah mulai mengikuti ujian nasional Senin (4/4). Bahkan ada sebagian sekolah yang melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK).
Meski ada kecemasan, tapi para siswa pun menyambut antusias pelaksanaan UN. Mereka pun berharap lancar dan mendapat nilai yang memuaskan.
Namun dibalik antusiasnya peserta menghadapi UN, ada saja cerita unik yang terjadi di hari pertama tersebut. Berikut ceritanya:
Lihat soal UN, pelajar di Malang ada yang garuk-garuk kepala
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebanyak 10.308 siswa SMA/MA/SMK se-Kota Malang mengikuti ujian nasional (UN). Para siswa diminta percaya diri dan tidak terpengaruh bocoran atau kunci jawaban dari orang lain.Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kota Malang Budi Prasetya Utomo mengungkapkan, para siswa harus percaya diri dengan pekerjaannya. Tidak terpengaruh dengan orang lain."Fokus pada pekerjaan sendiri. Karena setiap anak berbeda soal. Bisa jadi ada kesamaan soal tetapi akan berjauhan atau berbeda nomor," kata Budi Prasetya Utomo di sela memantau UN di sekolahnya, Senin (4/4).Kata Budi, sebanyak 288 siswa SMA Negeri 4 mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK). Proses berlangsung dalam tiga sesi dan terbagi dalam 6 kelas. Setiap kelas rata-rata berisi 20 siswa. Pihaknya juga menerima titipan dari 6 siswa dari SMA Arjuna untuk mengikuti ujian PBT (Paper Based Text)."Kemarin waktu simulasi semuan soal tidak ada yang sama. Bisa juga soal nomor 1, ada kesamaan dengan siswa lain tetapi di nomor yang berbeda," katanya.Pantau Merdeka.com di lokasi, para siswa terlihat sedang serius mengerjakan soal dengan satu orang pengawas di dalam ruang kelas. Mereka terlihat serius mengerjakan soal dengan berbagai ekspresi. Di antaranya dengan menggaruk-garuk kepala, mengerutkan wajah, bermain tangan dan menyangga dagu.Perlu diketahui, jumlah SMK di Kota Malang yang mengikuti UN PBT berjumlah 568 siswa dari 14 lembaga pendidikan. Sebanyak 1.371 siswa SMA/MA dari 37 lembaga pendidikan juga mengikuti PBT.Sementara SMK yang mengikuti UNBK 8.369 siswa dari 40 lembaga pendidikan.Siswa peserta UNBK waktu ujiannya lebih lama, karena setiap hari hanya satu mata pelajaran. Berbeda dengan siswa yang mengikuti Unas PBT yang sehari dua mata pelajaran.Unas tingkat SMA/MA/SMK dengan UNBK dilaksanakan secara bergelombang dimulai Senin (4/4). Gelombang pertama Unas UNBK dimulai Senin (4/4) sampai Kamis (7/4), berikutnya dilanjutkan kembali pada gelombang kedua, Senin (11/4) sampai Selasa (12/4).Karena itu, setiap sekolah membagi siswanya dalam beberapa sesi UNBK. Sehingga ujian akan berlangsung sampai sore. Baik UNBK maupun PBT mengawali Unas dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
4 Pelajar di Bali memilih menikah dari pada ikut UN
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK di Kabupaten Bangli, Bali diikuti oleh 2.327 siswa. Namun dari jumlah tersebut sebanyak lima orang pelajar yang tidak mengikuti UN.Dari lima pelajar yang tidak ikut UN, satu orang sakit dan empat lainnya menikah. Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan dan Olah Raga Bangli, Sang Nyoman Nada mengungkapkan, secara umum pelaksanaan hari pertama UN dapat berjalan dengan lancar.Peserta UN berasal dari 14 SMK dan SMA yang diikuti sebanyak 1.138 pelajar dari 6 SMA yang tersebar di Bangli."Total keseluruhan yang mengikuti UN sebanyak 2.327 siswa," ujar Sang Nyoman Ada, di Bangli, Senin (4/4).Dia membenarkan pelaksanaan UN tidak luput dari ketidakhadiran siswa, di mana sebanyak 5 siswa tidak mengikuti UN."Seorang siswa dalam kondisi sakit DB dan kini sedang dirawat di RS. Empat siswa lainya tidak mengikuti UN karena telah berhenti sekolah, alasan sudah menikah," jelasnya.Pun demikian dirinya menegaskan masih memberikan harapan pada siswa yang tidak bisa mengikuti UN, untuk melakukan ujian susulan.Menurut Nyoman, sebaiknya pihak sekolah yang siswanya tidak mengikuti UN meminta untuk membuat surat pernyataan. Itu untuk menegaskan bahwa para pelajar sedang berhalangan atau berhenti."Bagi sekolah yang siswanya tidak mengikuti UN karena telah berhenti sekolah kita minta membuat surat pernyataan, hal ini dilakukan untuk berjaga- jaga jika kemudian hari ada permasalahan," pungkasnya.Sementara untuk pelaksanaan UN program kejar paket C data yang diterimanya diikuti sebanyak 132 orang dari empat pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) yang tersebar diempat kecamatan.
Demi UN, 8 siswa SMK di Kabupaten Bandung rela menginap di sekolah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebanyak delapan siswa asal Kabupaten Bandung rela menginap di sekolah demi bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) 2016. Siswa SMA asal Kecamatan Baleendah, ini merupakan korban langganan banjir yang mendera rumah mereka.Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Asep Hilman usai meninjau pelaksanaan UN tingkat SMA dan sederajat di SMAN 20 Bandung, Senin (4/2). "Mereka akhirnya memilih menginap di sekolah daripada terganggu saat akan mengikuti UN," kata Asep.Alasan memilih menginap di sekolah karena tempatnya mengenyam pendidikan tidak terkena banjir. Mereka pun merasa lebih aman tinggal di sekolah. "Kan kalau sekolah tidak ada yang kebanjiran."Dengan menginap di sekolah, para siswa diharapkan lebih bugar dan mantap dalam menghadapi UN. Sebab mereka tidak perlu berkutat dengan banjir yang melanda rumahnya. "Kalau dia nginep kan jadi lebih segar," ungkapnya.Menurut dia, pihak sekolah juga memfasilitasi tempat yang nyaman bagi mereka yang terkena banjir. Tempat belajar dan tidur disediakan agar sekolah bisa dijadikan rumah kedua bagi mereka yang rumahnya kebanjiran."Jadi kewajiban sekolah membuat mereka yang menginap ini senyaman mungkin," terangnya.
Siswa SMK 1 Pekalongan laksanakan UN di tengah genangan banjir rob
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebanyak 260 siswa SMK N 1 Pekalongan di Kramatsari, Pekalongan Barat, Jawa Tengah, terpaksa melaksanakan Ujian Nasional (UN) di tengah genangan banjir rob, Senin (4/4). Meski tidak ada hujan, seluruh halaman dan sekitar ruangan sekolah tersebut nampak tergenang air sekitar 30 cm.Berdasarkan pantauan merdeka.com, meski banjir tersebut tidak masuk ke dalam kelas atau ruangan belajar, kondisi sangat mengganggu siswa saat ujian. Sebab, akses menuju kelas sebagian juga tergenang air yang keruh dan kadang berbau amis akibat terlalu lamanya genangan airnya.Meski begitu, para siswa tak lantas putus asa. Mereka tetap semangat dan tertib mengisi lembar demi lembar pertanyaan selama ujian berlangsung, walaupun sebagian terpaksa tak mengenakan sepatu atau alas kaki karena basah.Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Agust Mahendrayana menyebutkan, secara keseluruhan UN berjalan lancar. Untuk SMK N 1 diakui memang rawan banjir dan rob walaupun hujan tidak turun."Sekolah ini memang rawan rob, terlebih jika ada hujan turun. Antisipasi kami, sejak semalam sudah disedot menggunakan pompa, sehingga air berkurang cukup banyak," kata Agust, Senin (4/4).Karena di lokasi sekolah tersebut memang daerah resapan rob, maka dalam waktu dekat Pemerintah Kota Pekalongan akan meninggikan sekolah, hal itu bertujuan bukan lain agar tidak terus kebanjiran."Dalam waktu dekat akan kami tinggikan halamannya, kalau ruang kelas hampir semua aman karena bangunan sudah ditinggikan," jelasnya.Ditambahkan Agust, di Kota Pekalongan UN dilakukan dengan sistem Ujian Nasional berbasis komputer dan UN manual dengan kertas soal. Dengan peserta tahun ini sebanyak 1.882 siswa SMA/ SMK / SMA LB, hari ini serentak melaksanakan UN. Dari data yang ada hanya satu siswa yang tidak masuk karena sakit.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang meninjau langsung pelaksanaan ujian nasional di Kota Pekalongan, turut mendatangi SMK N 1 Pekalongan dan melihat langsung kondisi sekolah yang terendam banjir rob ini.Ganjar meminta agar siswa tetap semangat jujur dan bisa mengerjakan ujian dengan baik untuk masalah banjir rob pihaknya menyerahkan pada Pemerintah Kota Pekalongan."Secara keseluruhan pelaksanaan Ujian Nasional di Jawa Tengah berjalan cukup lancar dan belum ada laporan mengenai permasalahan. Khusus rob di sekolah ini, saya rasa Pemkot Pekalongan bisa mengatasinya. Sehingga tahun depan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," tandas Ganjar.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya