Pernah Kontak dengan Pasien Covid-19, 7 Pedagang Sapi di Kupang Malah Ditolak RS
Merdeka.com - Tujuh pedagang sapi di Pasar Kasih Naikoten Kota Kupang, NTT ditolak petugas kesehatan RSUD Johannes. Padahal, mereka ingin jalani rapid test setelah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 yang kini sudah meninggal.
"Yang bernama Ari dan Agus Pelun Doo sudah tiga hari terakhir datang ke RSUD untuk minta dilakukan rapid test, tetapi justru disuruh pulang dulu, nanti akan ditelepon sama pihak rumah sakit," kata Daud Dean, salah seorang pedagang daging sapi yang dituakan di Pasar Inpres itu, Jumat (15/5).
Ia mengatakan ketujuh pedagang sapi tersebut sudah dilaporkan ke Gugus Tugas Kota Kupang. Bahkan Dean mengaku bahwa sudah meminta agar mereka dikarantina khusus sehingga tidak berkeliaran di mana-mana untuk menghindari menyebarnya virus corona jenis baru penyebab Covid-19 di kota itu mengingat kasus ini adalah transmisi lokal.
"Mereka, tujuh pedagang daging sapi itu malah disuruh sama petugas kesehatan di RSUD Johannes untuk menjalani rapid test berbayar di RS Siloam yang per kepala harganya Rp500.000," katanya.
Ia mengatakan dari mana mereka bisa mendapatkan uang sebanyak Rp500.000 padahal ekonomi para pedagang daging sapi di Pasar Inpres itu tidak seberapa.
Daud juga membandingkan Gugus Tugas yang ada di Kota Kupang dan Gugus Tugas di provinsi lain yang selalu sigap menanggapi jika ada pasien yang positif Covid-19.
Ia mengatakan bahwa selama ini belum pernah ada petugas dari Gugus Tugas penanganan Covid-19 yang melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19.
Sementara itu, menanggapi adanya laporan soal penolakan rapid test tersebut Wakil Direktur Pelayanan RSUD Johannes Kupang dr Stef Soka Dhe mengatakan bahwa informasi itu tidak benar.
"Itu tidak benar informasinya," katanya. Seperti diberitakan Antara.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya