Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pernah Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri, Pengamanan Natal di Katedral Makassar Diperketat

Pernah Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri, Pengamanan Natal di Katedral Makassar Diperketat Misa Natal di Gereja Katedral Makassar. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan permohonan maaf pelaksanaan malam Misa Natal di Gereja Katedral Makassar dijaga ekstra ketat anggota TNI dan Polri. Pengamanan ketat itu dilakukan tak terlepas dari sejarah Gereja Katedral Makassar yang pernah menjadi sasaran bom bunuh diri.

Andi mengatakan, pengamanan Natal dan Tahun Baru di Gereja Katedral kali ini lebih ekstra. Hal tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman dan khidmat bagi jemaat Gereja Katedral Makassar melaksanakan ibadah.

"Kami tentu memohon maaf, juga sebagai pembelajaran bahwa malam ini menjaga secara ekstra. Sebelumnya, malam ini dan juga setelahnya," ujar Andi saat mengunjungi Gereja Katedral Makassar bersama Kapolda Sulsel, Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Hasanuddin, Mayjen Mochamad Syafei Kasno, Jumat (24/12).

Dia menegaskan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru tidak diciderai dengan aksi-aksi teror yang bisa mengganggu ketentraman dan keamanan warga. Andi masih teringat kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret 2021.

"Saya teringat betul kejadian sebelumnya (bom bunuh diri). Sehingga kami datang ingin menyampaikan bahwa sistem keamanan tahun ini untuk menjamin keamanan dan hikmat perayaan Natal 2021 itu lebih ekstra dibandingkan sebelumnya," ujar dia.

Andi juga mengapresiasi panitia Gereja Katedral Makassar yang benar-benar ketat melaksanakan protokol kesehatan. Dia mengaku pelaksanaan Natal bisa dilakukan di gereja dengan syarat 50 persen keterisian.

"Sesuai instruksi Mendagri, kita masih dalam pandemi. Jadi saya ucapkan terima kasih banyak bahwa mensupport kami," tegasnya.

Sekadar diketahui, Gereja Katedral Makassar merupakan gereja tertua di Kota Makassar. Gereja Katedral pernah menjadi sasaran bom bunuh diri yang dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial L dan YSF pada 28 Maret 2021.

Kedua bomber Gereja Katedral tersebut merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 99 terduga teroris setelah bom bunuh diri tersebut.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP