Permudah Warga Cari Info Terkait Wamena, ACT Buka Crisis Center
Merdeka.com - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuka crisis center di Makassar untuk kedatangan pengungsi dari Wamena asal Sulsel yang diperkirakan ada ribuan orang. Direktur ACT Lukman Azis Kurniawan menuturkan, crisis center tersebut dibuka di sekretariat yang ada di Plaza Ruko BB, Jalan Alauddin, Makassar, Senin (30/9).
"Crisis center ini disiapkan untuk warga yang mencari data dan informasi mengenai kejadian di Wamena. Kalau ada yang merasa kehilangan anggota keluarga, mencari keluarga yang mengungsi untuk kemudian diteruskan ke tim di lapangan. Bahkan kita siapkan juga data dan informasi bahkan video bagi jurnalis sesuai standar dan bisa dipertanggungjawabkan jauh dari hoaks," kata Lukman Azis Kurniawan.
Selain itu, kata Lukman, dua posko bantuan dibuka yakni di dua pintu masuk ke Makassar, di pelabuhan Soekarno Hatta kerja sama dengan PT Pelindo IV dan di Lanud Sultan Hasanuddin berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara.
"Di dua titik posko bantuan itu disiapkan dapur umum dan layanan medis saat transit sebelum ke daerah asalnya," ujarnya.
General Manager Philantrophy Network Acquisition regional 2 (jaringan pengumpulan bantuan) ACT, Syahrul Mubaraq mengatakan, umumnya warga pengungsi dari Wamena yang saat ini sudah berada di Jayapura adalah suku Minang dan Bugis karena warga suku ini memang cukup terkenal sebagai perantau. Jadi, selain crisis center di buka di Makassar ini, di Sumatera Barat juga ada.
Dijelaskan, pihaknya belum menerima data resmi mengenai jumlah pengungsi namun sementara ini diperkirakan 8 ribu hingga 10 ribu orang. Khusus asal Sulsel, kemarin informasinya ada 20 orang yang tiba di kampung halaman masing-masing.
Yang meninggal dunia, ujarnya, ada 10 orang masing-masing asal Makassar 2 orang, Toraja 2 orang, Enrekang 4 orang dan Takalar 2 orang.
"Beberapa di antaranya telah kami kunjungi dan berikan santunan ke keluarga yang ditinggal, Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per keluarga," ujarnya.
Soal gelombang pengungsi tiba di Makassar dalam jumlah besar, kata Syahrul Mubaraq, rencananya akan masuk tanggal 3 Oktober dan 5 Oktober melalui pintu pelabuhan laut.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya