Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Permintaan terakhir duo Bali Nine sebelum ajal menjemput

Permintaan terakhir duo Bali Nine sebelum ajal menjemput Duo Bali Nine Andrew Chan-Myuran Sukumaran. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaksanaan hukuman mati di Indonesia memang menjadi perdebatan. Ada yang mendukung dan banyak pula penentangnya.

Bagi pemerintah, pelaksanaan eksekusi digelar dengan alasan sebagai efek jera bagi para terpidana kasus narkoba dan kejahatan tergolong sadis. Sementara bagi sebagian kalangan menganggap hal itu sudah tidak patut lagi di masa kini, lantaran banyak negara sudah mencabut hukuman mati.

Meski begitu, pemerintah di bawah kendali Presiden Joko Widodo tetap beralasan hukuman mati mesti dijalankan. Tanpa menghiraukan kritik dan tekanan dunia, eksekusi mati dianggap masih pantas sebagai ganjaran bagi mereka pelaku kejahatan tak terampuni lagi.

Namun, di balik eksekusi terselip cerita soal pribadi para terpidana mati. Yakni cara mereka mempersiapkan diri sebelum ajal menjemput. Mereka adalah terpidana mati kasus narkoba, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Kedua orang disebut sebagai sindikat 'Bali Nine' itu diberi kesempatan menyampaikan keinginan terakhir mereka. Myuran dan Andrew meminta jenazahnya dibawa ke kampung halaman mereka, Australia.

Topik pilihan: Kasus Narkoba WNA | Kasus Mary Jane (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP