Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Permintaan Maaf Menko Luhut Sekaligus Pengakuan Covid-19 di RI Belum Terkendali

Permintaan Maaf Menko Luhut Sekaligus Pengakuan Covid-19 di RI Belum Terkendali Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan mengapresiasi permintaan maaf Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang mengakui penerapan PPKM belum optimal. Menurutnya, permintaan maaf itu sekaligus pengakuan bahwa Covid-19 belum terkendali di Indonesia.

"Pengakuan dan permohonan maaf pak Luhut perlu diapresiasi. Dengan pengakuan tersebut, pemerintah diyakini memahami betul tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Apalagi, tingkat orang yang terpapar Covid ternyata belum menunjukkan tanda-tanda penurunan," katanya lewat pesan, Minggu (18/7).

"Baguslah, akhirnya pak Luhut meminta maaf. Permintaan maaf itu sekaligus pengakuan bahwa Covid-19 belum terkendali di Indonesia. Nah, tentu butuh strategi dan kerja keras dalam menghadapinya," sambungnya.

Saleh berharap permohonan maaf Luhut bisa menjadi pelajaran bagi semua, terutama para pejabat. Kata dia, dalam situasi darurat seperti sekarang semua perlu kerja dan memberikan kontribusi. Paling tidak, pejabat tak memberikan pernyataan yang membuat situasi tidak nyaman.

"Kita juga harus mengakui bahwa pak Luhut ini gentlemen. Mau meminta maaf dan mengakui bahwa kebijakan yang dikendalikannya belum optimal," ucap Saleh.

Namun demikian, lanjut dia, penanganan Covid tidak boleh berhenti sampai di situ. Dia mengatakan, perlu terobosan baru dan kerja-kerja kreatif lain agar pandemi ini bisa berlalu. Kemudian, segala sumber daya yang dimiliki dapat dipergunakan.

"Setidaknya, setiap orang yang terpapar harus mendapat perawatan sebagaimana mestinya. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi harus dipercepat. Orang-orang yang terdampak secara ekonomi harus dibantu," pungkasnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta maaf kepada masyarakat apabila pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali belum berjalan dengan optimal. Luhut merupakan Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa-Bali ini masih belum optimal," ujar Luhut dalam konferensi pers, Sabtu (17/7).

Dia berjanji akan terus bekerja keras dalam menangani pandemi Covid-19 di Jawa dan Bali. Khususnya, dalam menurunkan penyebaran virus Corona varian Delta yang memiliki tingkat penularan tinggi.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP