Perketat pengawasan di lapas, anjing pelacak dan CCTV diperbanyak
Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengungkap adanya keterlibatan penjaga lembaga pemasyarakatan (lapas) dalam sindikat narkoba di dalam rumah tahanan. Pemerintah merespon dengan janji memperketat pengamanan dalam lapas.
Menkum Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan, pengamanan di dalam lapas tak cukup hanya diawasi petugas. Maka perlu anjing pelacak.
"Kami sedang pengadaan anjing pelacak K-9 karena hanya itu yang paling efektif. Harga Rp 50 juta per satu. Hanya saja anjing K-9 itu masih perlu dilatih karena anjing kan masa hidupnya pendek," kata Yasonna dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2).
Selain itu, pihaknya memperketat pengawasan dengan bantuan perangkat elektronik. Dengan begitu pengawasan bisa dilakukan dari jarak jauh. Tak hanya itu, Yasonna berjanji akan lebih rajin menggelar inspeksi mendadak (sidak).
"Tahun ini akan juga kita gunakan pengawasan CCTV, IT kita gunakan. Kita memang punya satu cara selain CCTV, tapi juga dalam rangka pengawasan ke dalam, perlu anjing," tuturnya.
Yassona menambahkan, prioritas pengawasan secara khusus akan diberlakukan untuk narapidana kasus besar.
"Saya berpendapat satu-satunya cara sidak random, bukan rutin, tanpa diketahui. Ini selalu dilakukan dan secara random juga kadang petugas dan yang kita tengarai blok khusus kita random cek," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya