Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perkelahian Maut di Pesantren, Pelaku Ditahan dan Dua Pengurus Diperiksa Polisi

Perkelahian Maut di Pesantren, Pelaku Ditahan dan Dua Pengurus Diperiksa Polisi Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Polisi masih menyelidiki dugaan kelalaian pihak Pondok Pesantren Daar El Qolam, Jayanti, Kabupaten Tangerang, atas tewasnya salah satu santri berinisial BD (15), yang berkelahi dengan temannya di asrama pondok pesantren modern tersebut.

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Raden Romdon, menegaskan telah menahan anak berhadapan hukum (ABH) pelaku perkelahian yang diduga menyebabkan BD meninggal dunia.

"Secara umum kita sudah melakukan penyidikan dan penahanan terhadap pelaku penganiayaan. Jadi sudah kita tahan, kita segera proses berkas ke tahap berikutnya," kata Raden Romdon di Lapangan Maulana Yuda Negara, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/8).

Dia menjelaskan, selain lima orang santri yang telah diperiksa untuk dimintai keterangan dalam perkara itu, polisi juga telah memeriksa dua orang dari pihak Pondok Pesantren.

"Dari saksi siswanya ada lima orang, tapi dari pengurus ponpes ada dua orang yang kita periksa sebagai saksi," ungkap dia.

Sementara dari pemeriksaan terhadap dua orang ustaz dari pihak Ponpes, Kepolisian belum dapat menyimpulkan adanya unsur kelalaian dalam insiden perkelahian antar santri yang menyebabkan korban BD, warga Kosambi, meninggal dunia.

"Masih didalami (unsur kelalaian). Sementara penyidikan untuk pelaku (R,15)" jelas dia.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP