Perjuangan Mbah Lindu hidupi 5 anaknya dengan jualan gudeg
Merdeka.com - Dengan sabar Mbah Lindu melayani pembeli gudeg yang dia jajakan. Tak jarang dia pun terlihat ngobrol dan bercanda dengan pembeli yang sudah menjadi langganannya sejak lama.
Tidak heran jika nenek berumur 97 tahun itu sudah memiliki banyak pelanggan. Sebab, Mbah Lindu sudah berjualan gudeg sejak Jepang belum masuk ke Indonesia.
Awalnya, Mbah Lindu menjajakan gudeg dengan berjalan kaki, dari Jalan Kaliurang hingga kawasan sekitar Malioboro.
"Kalau dulu, jualan biasanya jalan kaki, soalnya kendaraan juga belum ada, jalan juga belum ada yang pake aspal," kenang Mbah Lindu menceritakan masa ketika dia masih muda.
Nenek yang memiliki nama asli Setya Utama itu mengaku berjualan gudeg sejak masih muda. Dia berjualan gudeg guna membesarkan kelima anaknya.
Bahkan menurutnya, ketika Jepang masuk ke Indonesia, dia sudah memiliki seorang anak. Oleh karena itu dia harus mencari biaya untuk membesarkan anaknya.
"Saya jualan gudeg sudah lama, untuk membiayai anak," terangnya.
Di usia senjanya kini, saat berjualan gudeg setiap harinya, dia ditemani anak bungsunya, Ratiah (50).
Ratiah yang setiap hari menemani sang ibu berjualan gudeg mengaku, bahwa langganan gudeg buatan ibunya sudah sangat banyak. Mulai dari wisatawan sampai pakar kuliner.
"Yang sering jajan ke sini sudah banyak, kalau liburan, banyak wisatawan yang jajannya ke sini. Ada juga pakar kuliner yang sering mampir ke sini," terang Ratiah.
Melihat neneknya yang sukses berjualan gudeg, kini cucunya pun juga sudah mulai mengikuti jejak sang nenek, berjualan gudeg.
"Cucu saya kini ada dua yang juga berjualan gudeg, alhamdulillah juga laku," jelas nenek 97 tahun tersebut.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya