Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perjuangan Aminah hendak lahirkan bayi berakhir tragis tewas bersama

Perjuangan Aminah hendak lahirkan bayi berakhir tragis tewas bersama Naim suami Aminah. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Mimpi Naim menimang anak bersama istrinya Aminah (36) pupus sudah. Dua orang terkasih yang sangat mereka cintai ternyata meninggal dunia dalam proses kelahiran sang istri.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis pagi (21/7) kemarin. Usai azan subuh, Aminah merasa kesakitan yang teramat pada perutnya dan ingin diantarkan ke Puskesmas. Memang, Aminah yang saat itu sedang hamil tua sedang menunggu proses kelahiran buah hatinya.

Namun dia berpikir, sebelum ke puskesmas ingin memberi Aminah makan. Naim memang sempat meninggalkan Aminah karena harus membelikan sarapan. Dikarenakan masih sangat pagi, sehingga dia harus berjalan agak jauh untuk mendapatkan makanan.

"Saya cari makan sebentar karena memang kan kondisi pagi belum ada yang buka jadi saya cari makan rada jauh," ungkap Naim ketika ditemui merdeka.com di jalan Innerbang RT11/5 No 12 kel. Batu Ampar Kec. Kramatjati, Jumat (22/7) kemarin.

Seketika pulang ke rumah, dia sudah tak melihat Aminah. Rupanya Aminah sudah dilarikan tetangga menggunakan angkot ke puskesmas Ciracas.

Rupanya, pihak puskesmas tak bisa menangani. Hingga dirujuklah ke RSUD Pasarrebo menggunakan ambulans. Dia menyusul ke sana.

"Ketika di sudah sampai RSUD, tangan Aminah sudah diikat lantaran sudah kejang-kejang dan berontak di ranjang sampai ketika itu nyawanya tidak tertolong lagi," cerita dia.

"Di RSUD juga masih sempat manggil emaknya (ibunya). Dia teriak-teriak 'emak-emak'," tambahnya.

Dalam keadaan bingung, dia harus mengurus sejumlah urusan administrasi. Sampai akhirnya dia mendapat kabar nyawan Aminah dan bayi dikandungannya tak bisa tertolong karena pembuluh darah pecah.

"Saya dapat kabar kalau istri saya sudah meninggal jam 1 siang dan itu ada mertua saya," kata dia.

Tetangga Aminah sempat menambahkan, inisiatif mereka membawa dengan angkot karena korban sudah pecah ketuban saat ditinggal Naim membeli sarapan. Warga mendobrak pintu agar dapat membawa Aminah keluar rumah. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP