Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perintah Menhan minta TNI tahan diri jangan perang lawan Australia

Perintah Menhan minta TNI tahan diri jangan perang lawan Australia

Merdeka.com - Perintah Menhan minta TNI tahan diri jangan perang lawan Australia

Isu hukuman mati dua terpidana Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran membuat hubungan Indonesia dan Australia memanas. Berbagai cara dilakukan Australia. Dari lobi diplomatik meminta Presiden Jokowi memberikan pengampunan, hingga penggalangan opini serta menekan Indonesia.

Yang terbaru, Menlu Australia Julia Isabel Bishop menawarkan barter tahanan. Namun Presiden Jokowi menegaskan tidak ada barter yang akan dilakukan.

"Tidak ada (barter tahanan)," kata Jokowi di sela-sela perayaan Cap Go Meh di Bogor, Kamis (5/3).

"Kita ini menjaga hubungan baik dengan negara mana pun, ingin bersahabat dengan negara mana pun, tapi kedaulatan hukum tetap kedaulatan hukum. Kedaulatan politik tetap kedaulatan politik," tegasnya.

Sejumlah pihak merasa gerah dengan berbagai aksi Australia menyelamatkan dua warganya itu. Panglima TNI Jenderal Moeldoko bahkan membenarkan adanya upaya pihak-pihak tertentu untuk menggagalkan eksekusi mati.

"Kan banyak cara (menggagalkan eksekusi hukuman mati), dengan cara mempengaruhi keputusan, melalui diplomatik dan seterusnya. Cara-cara lain juga ada," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).

Moeldoko tidak menjelaskan lebih lanjut, namun dia menegaskan intelijen TNI dikerahkan untuk mengantisipasi upaya penggagalan itu. "Ya, prinsipnya enggak boleh gagal (eksekusi hukuman mati), begitu," tegasnya.

Di kesempatan berbeda, Moeldoko juga menegaskan TNI sudah menyiapkan antisipasi untuk pengamanan eksekusi Bali Nine dari rongrongan pihak asing. "Pengamanan secara standar oleh kepolisian tetapi ada hal-hal yang kami siapkan dari TNI untuk mengantisipasi di luar standar itu," kata Moeldoko usai Rapim TNI-Polri di auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Selasa (3/3).

Dia menjelaskan jika menjelang eksekusi mati warga Australia terpidana anggota Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, kedaulatan Indonesia terganggu. Maka TNI tak segan-segan untuk mengerahkan pasukan.

"Kalau pengamanan standar polisi yang maju kalau sudah jalannya mengganggu kedaulatan, TNI turun. TNI turun harus disiapkan dong. Jangan sudah terjadi sesuatu terlambat," ujarnya.

Bukti ketegasan TNI mengawal pelaksanaan hukuman mati ini terjadi saat pemindahan Andrew Chan dan Myuran Sukumaran pada Rabu (4/3) dini hari. Pesawat baling-baling ATR 72-600 PK EGO milik maskapai Wings Air yang mengangkut keduanya dikawal dua jet tempur Sukhoi SU-30 dan dua F-16 milik TNI AU hingga mendarat di Cilacap. Sukhoi ini telah disiapkan sejak akhir Februari lalu dan sempat berlatih manuver di atas Lapas Kerobokan, Bali. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP