Peringati Harsiarnas, Abbas siaran radio 24 jam
Merdeka.com - Memperingati Harsiarnas (Hari Penyiaran Nasional) yang jatuh hari ini, salah satu penyiar asal Solo, Hafidz Abdul Rozaq alias Abbas, melakukan siaran di radio selama 24 jam. Aksi spektakuler tersebut dilakukan Abbas, mulai Selasa 1 April pukul 24.00 WIB sampai dengan Rabu, 2 April pukul 24.00 WIB, di studio Solo Radio FM, Jalan Menteri Supeno No. 6 Manahan Solo.
Public Relation Solo Radio Dynar Widianita mengatakan, untuk memperingati Hari Penyiaran Nasional 1 April 2014, Solo Radio ingin membuat sebuah siaran yang berbeda dari biasanya. "Solo Radio menantang salah satu penyiarnya untuk bersiaran selama 24 jam penuh. Dan Abbas lah yang menyanggupinya," ujar Dynar saat ditemui merdeka.com di kantornya, Selasa (1/4).
Menurut Dynar, siaran 24 jam ini dipastikan adalah yang pertama kali di kalangan media penyiaran radio di kota Solo. Abbas, lanjut Dynar adalah penyiar asli kelahiran Solo, 8 Januari 1990. Memulai dunia siaran sejak tahun 2009 di Radio RAMPA Universitas Muhammadiyah Surakarta dan di awal tahun 2011 resmi menjadi penyiar di Solo Radio.
Kesukaan Abbas dalam mendengarkan musik membawanya dalam passion yang kuat di dunia radio. Siaran 24 Jam penuh secara teknis Abbas sebagai penyiar akan didukung oleh partner penyiar lain dan produser program secara bergantian.
"Program acara sesuai dengan program harian Solo Radio, yang ditambah insert atau sisipan dan informasi mengenai Hari Penyiaran Nasional," terangnya.
Sementara itu Abbas, saat ditemui disela-sela siaran mengaku merasa tertantang dengan aksinya tersebut. Butuh persiapan khusus untuk bisa mencapai waktu selama 24 jam.
"Olahraga, joging terutama dan minum vitamin untuk menjaga stamina, serta menghindari makanan yang berminyak agar suara tidak habis. Kalau tantangan terberat melawan rasa kantuk, kita kan gak boleh tidur." ungkapnya.
Abbas mengaku, dulu pernah mengajukan izin untuk melakukan aksi, bersiaran di atas tower radio. Namun keinginannya tersebut tak bisa dikabulkan oleh pihak manajemen radio. Dan akhirnya dirinya melakukan siaran selama 24 jam nonstop.
Tanggal 1 April memang telah dipilih oleh kalangan penyiaran sebagai Harsiarnas (Hari Penyiaran Nasional). Pemilihan tanggal ini didasarkan pada fakta sejarah lahirnya penyiaran di Indonesia, tepatnya di Solo, pada 1 April 1933.
Saat itu didirikan Solosche Radio Vereniging (SRV), perintis radio pribumi pertama di tanah air. SRV dipimpin seorang bangsawan Jawa dari Ístana Mangkunegaraan yaitu Sri Paduka KGPAA Mangkunegoro VII.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya