Peringati hari Kartini, aktivis perempuan di Makassar bagi-bagi buku
Merdeka.com - Peringatan Hari Kartini, 21 April di Makassar cukup meriah. Di kantor-kantor, di rumah sakit dan di sekolah-sekolah turut peringati. Warga beramai-ramai mengenakan baju kebaya, simbol perempuan ala Kartini. Sejumlah titik yang akrab dijadikan tempat demonstrasi juga diisi para aktivis, untuk peringati hari lahir salah satu pahlawan perempuan itu. Di antaranya di bawah fly over.
Seperti yang terlihat sejak pagi tadi, para aktivis perempuan yang tergabung dalam Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Sulsel, turun ke jalan peringati Hari Kartini dengan mengusung tema "Mulai Jujur dari Sekarang".
Aksi yang dilakukan belasan aktivis SPAK, juga dihadiri seorang legislator cantik DPRD Makassar, Rahmatika Dewi ini diisi dengan bagi-bagi buku memo yang di dalamnya disisipkan lembaran yang memuat informasi-informasi seputar korupsi.
"Ada 1.250 buku memo atau buku catatan yang kita bagi ke pengendara atau pengguna jalan. Di dalam buku itu, disisipkan lembaran yang isinya berupa tulisan tentang apa itu korupsi, jenis-jenis korupsi seperti penyuapan, gratifikasi, pencucian uang. Juga tentang modus-modus korupsi dan cara mendeteksi dini korupsi," kata Retno Kristanti, ketua panitia aksi dari SPAK Sulsel, Kamis (21/4).
Ribuan buku memo ini dibagikan bersama tangkai bunga plastik, pin dan stiker SPAK. Menurut Retno, sengaja buku memo dibagikan dalam aksi peringatan Hari Kartini ini karena selain bermanfaat untuk digunakan mencatat juga bermanfaat untuk kampanye.
Kata Retno, peringatan Hari Kartini jangan sampai sekadar diisi dengan simbol-simbol bernuansa perempuan saja. Karena yang terpenting di momen ini adalah bagaimana memaknai perjuangan Kartini sebagai pendobrak dan nilai-nilai perjuangan yang intinya adalah pendidikan bagi perempuan.
Lalu kenapa harus kampanye anti korupsi, kata Retno, karena korupsi merusak sendi-sendi kehidupan kebangsaan. Lalu kenapa harus perempuan? Karena perempuan itu ujung tombak lahir dan tumbuh kembangnya generasi dalam posisinya sebagai istri, perempuan dan profesi yang ditekuninya masing-masing.
"Perempuan yang berdaya, harus berjuang, itulah makna perjuangan Kartini," ujar Retno. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya