Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peringati Hardiknas, mahasiswa UPI bagi-bagi \'uang\'

Peringati Hardiknas, mahasiswa UPI bagi-bagi \'uang\' Demo mahasiswa UPI di depan Gedung Sate, Bandung. merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2012, belasan mahasiswa yang tergabung Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM Rema UPI) membagi-bagikan uang kepada masyarakat.

Tapi, uang yang dibagi-bagikan itu bukan uang asli. Melainkan fotokopi uang sebagai simbol mahalnya biaya pendidikan. Pembagian uang dilakukan di sela-sela aksi di depan Gedung Sate, Bandung, Rabu (2/5).

"Simbol uang ini menggambarkan jika pendidikan di Indonesia hanya dinilai dengan uang terus," kata Presiden BEM Rema UPI Hamdan Ardiansyah.

Menurut dia, pemerintah belum bisa memenuhi tugasnya untuk mencerdaskan bangsa. "Seharusnya pemerintah menyediakan pendidikan murah bagi masyarakat. Sebab saat ini masih banyak masyarakat yang belum bisa mengakses pendidikan di Indonesia dengan harga terjangkau," ujar Hamdan.

Dalam aksinya, mahasiswa memberikan selembar uang fotokopi yang disatukan dengan pernyataan sikap mulai dari Rp 2,5 dan Rp 500 bahkan hingga Rp 100ribu.

"Yang terkecil itu 2,5 rupiah sebagai simbol harapan kita agar pendidikan murah. Sedangkan 100 ribu rupiah adalah simbol mahalnya pendidikan di Indonesia," terangnya.

Sementara, dalam pernyataan sikapnya, massa meminta pemerintah menghapuskan komersialisme pendidikan. Selain itu massa meminta pemerintah merealisasikan anggaran 20 persen pendidikan tanpa gaji dan pelatihan guru.

"Revisi kebijakan Ujian Nasional (UN) dan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) dalam sistem pendidikan Indonesia," tegasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP