Pergi ke salon, siswi SMP malah diculik & dijual selama 3 bulan
Merdeka.com - Kasus perdagangan manusia untuk kemudian dijadikan wanita penghibur semakin meraja rela. Pelaku bahkan tidak segan-segan untuk penculik korbannya demi mendapatkan segepok uang dari para pria hidung belang.
Kejadian tersebut menimpa seorang siswi SMP di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Propinsi Riau. W, seorang siswi SMP berusia 15 ini diculik seorang mucikari lalu dijual kepada pria-pria hidung belang. Sang mucikari pun mendapat segepok duit dari menjual W.
Bahkan W diculik selama 3 bulan dan dijual kepada para pria hidung belang di wilayah Sumatera Barat. Lalu bagaimana kasus ini bisa terjadi? Berikut kisahnya:
Korban diantar ke salon oleh ibunya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAwal kasus penculikan dan perdagangan manusia untuk dijual ke pria hidung belang ini terjadi 3 bulan. Saat itu korban ingin mempercantik diri dan pergi ke sebuah salon.Korban W lalu diantar ibunya ke salon Ani di jalan Suka Karya Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Riau. Karena ada keperluan, si Ibu lalu meninggalkan W dalam salon tersebut untuk beberapa saat.Namun, saat akan dijemput beberapa jam usai ditinggalkan, salon tersebut sudah dalam kondisi tutup. Korban juga tidak ditemukan di sekitar salon.
Korban diculik oleh pemilik salon
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKorban yang menghilang tanpa jejak membuat panik orangtuanya. Berkali-kali sang ibu mendatangi salon itu dan menanyakan ke warga sekitar, namun tidak ada yang mengetahui ke mana anaknya pergi.Sehingga keluarga korban membuat laporan secara resmi ke kepolisian pada 23 September lalu. Orangtua berharap, polisi menemukan anak gadisnya itu.Tiga bulan dilakukan penyelidikan, akhirnya korban pun tidak masuk sekolah karena tak diketahui ke mana rimbanya. Setelah dilakukan pencarian, polisi menemukannya di Pasaman Barat bersama Ani sang pemilik salon.
Korban ditemukan saat dijual di hotel di Sumbar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik mengatakan, terungkapnya penjualan anak di bawah umur ini berawal dari laporan ayah korban (Suparman) ke Polres Kampar, yang mengaku kehilangan anaknya, pada 23 September 2014 lalu. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan berbuah hasil.Korban ditemukan di sebuah hotel di Pasaman Barat, Sumatera Barat. "Pada Minggu (21/12), Suparman dihubungi pihak Kepolisian yang menyebutkan anaknya sudah ditemukan bersama seorang wanita, Ani (35), pemilik salon tempat korban diketahui menghilang," ujar Guntur."Kita masih lakukan penyidikan, apakah ada korban lainnya dari pelaku yang diduga seorang menjual anak di bawah umur ini," pungkas Guntur.
Korban dijual ke banyak pria hidung seharga Rp 1,5 juta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDari hasil pemeriksaan kepolisian, korban mengaku dijual tidak hanya pada seorang pria, tapi ke sejumlah pria hidung belang. Korban dijual oleh Ani dengan tarif Rp 1 Juta hingga Rp 1,5 Juta untuk sekali main (short time). Lokasinya di beberapa hotel di Pasaman Barat. Setelah jadi pelayan nafsu, uang tersebut diambil pelaku, dan korban tak diberi sepersen pun."Saat ini, seorang wanita yang diduga mucikari diamankan di Polsek Tambang, setelah dijemput dari Pasaman Barat," jelas Guntur.Setelah dimintai keterangan, korban sudah dijemput oleh kedua orangtuanya. "Korban sudah kita serahkan ke orang tua, sementara pelaku masih kita amankan untuk proses pengembangan penyidikan," kata Guntur.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya