Percakapan Menteri Rini dan bos PLN dinilai merugikan Jokowi secara politik
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo didorong menjelaskan di forum terbuka soal kasus beredarnya rekaman percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basir. Percakapan yang diduga membahas jatah proyek itu bisa merugikan Jokowi secara politik jika tidak segera diklarifikasi.
"Jelaskan di forum terbuka dong, jangan di belakang layar," ujar Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (4/5).
Menurut Emrus, nama baik Jokowi makin tercoreng dengan kasus rekaman percakapan dengan Rini. Karena pada sebelumnya, Rini kerap menerima kritik terkait buruknya pengelolaan BUMN.
Terbaru adalah perombakan direksi Pertamina dan penambahan direksi Garuda Indonesia yang diduga dilakukan bukan atas dasar penilaian kinerja dan kebutuhan. Alasan Rini mencopot Dirut Pertamina Ellia Massa Manik karena alasan kelangkaan BBM jenis premium dinilai mengada-ada.
Selain itu, terjadi juga penggendutan direksi Garuda menjadi sembilan, dan anjloknya nilai saham Garuda Indonesia dari Rp 440 per lembar pada trimester pertama 2016 menjadi Rp 292 per lembar pada 25 April 2018.
"Sekarang nama menteri Rini makin jelek, bukan tidak mungkin akan berimbas pada Pak Jokowi di tahun politik," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya