Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, PPNI Sumsel Lakukan Investigasi
Merdeka.com - Kekerasan yang dialami perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang bernama Kristina Ramauli (28) oleh keluarga pasien dikecam teman sejawatnya. Organisasi perawat akan melakukan investigasi terkait kasus ini.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel Subhan Haikal mengaku organisasinya mengecam keras tindakan keluarga pasien terhadap anggotanya. Penganiayaan itu dinilai melecehkan profesi perawat.
"Yang jelas bahwa apapun itu yang dilakukan oknum, sangat saya sayangkan karena menyangkut profesi," ungkap Subhan, Jumat (16/4).
Dalam kasus ini, pihaknya akan mendampingi korban dalam proses penyelidikan dengan memberikan bantuan hukum hingga tuntas. Kepada kepolisian, pihaknya mendesak agar profesional dalam menindaklanjuti laporan ini.
"Perawat kami dianiaya, mengalami kekerasan. Kami akan mensupport, mendampingi masalah ini sampai selesai," ujarnya.
Di samping itu, pihaknya akan melakukan investigasi terkait awal mula kekerasan terjadi. Investigasi dilakukan Mahkamah Kode Etik Keperawatan (MKEK) dan nantinya mengeluarkan sanksi jika terjadi pelanggaran dari anggotanya.
"Kalau lalai dari perawat kita akan investigasi. Kan ada Majelis Kode Etik Keperawatan yang akan menilai apakah ada pelanggaran kode etik atau tidak," kata dia.
"Terlepas itu, untuk sekarang kita akan melindungi anggota kita karena apapun masalahnya tidak boleh dilakukan kekerasan. Apalagi pelakunya laki-laki, dia dijambak dipukul begitu," tutupnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya