Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perampok warnet di Yogyakarta diduga satu komplotan

Perampok warnet di Yogyakarta diduga satu komplotan Ilustrasi perampokan. shutterstock

Merdeka.com - Pelaku perampokan warung internet (warnet) baik yang terjadi di Yogyakarta maupun Wonogiri diduga kuat merupakan perampok spesialis warnet yang melibatkan jaringan. Pasalnya, selain dalam aksinya selalu menggunakan penutup kepala berupa topeng dan helm, ciri-ciri fisik pelaku perampokan juga memiliki kesamaan.

"Saya yakin dari empat warnet yang menjadi korban perampokan, dua di antaranya warnet saya yang jadi korbannya pelakunya sama dan merupakan satu jaringan dan satu komplotan. Sebab dari modus dan ciri-cirinya pelaku antara perampok satu warnet dan warnet lainya sama," tegas Damar, warga Jl. Raya Tajem, Tegalrejo, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pemilik dua warnet dari empat warnet yang dirampok.

Tiga karyawan saya yang bertugas menjaga kasir yang juga merupakan petugas operator warnet yaitu Fathir, Cipta dan Argo menyatakan ada kesamaan pelaku. Kesamaan itu adalah pertama kesamaan modus pelaku yang saat datang menggunakan kendaraan sepeda motor bebek berboncengan. Kemudian membawa senjata tajam, dengan menggunakan penutup kepala helm yang di dalamnya menggunakan topeng hitam.

"Selain pakai helm dan kain topeng penutup wajah mereka juga mengenakan jaket dan datang membawa sepeda motor,"ungkap Damar kepada merdeka.com Selasa(24/7).

Damar juga menjelaskan, dari ciri-ciri pelakupun juga ada kesamaan. Mereka yang dalam aksinya di empat warnet dilakukan sekitar dua sampai empat orang, mempunyai ciri-ciri tubuh dan postur tubuh yang sama.

"Rambut cepak, tinggi, tegap berbadan gempal dan terlihat atletis. Sehingga salah satu operator saya Cipta penjaga Ecuzenet berupaya melawan karena kalah besar terluka dibagian kepalanya sobek dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit," ungkap Damar.

Damar berharap kasus perampokan warnet ini bisa sesegera mungkin bisa diungkap oleh polisi. Selain meresahkan para pemilik warnet yang jumlahnya sudah mencapai ratusan di Yogyakarta, juga membuat para pengguna atau user warnet merasa was-was dan khawatir. Terutama para pengguna warnet yang sering menggunakan jasa warnet di malam hari.

"Kalau segera terungkap kan situasi bisa aman kembali. Kalau perlu adakan patroli baik setelah buka puasa sampai malam hari maupun sebelum dan sesudah sahur di senja hari. Sehingga kita dan pemakai merasa aman dan nyaman," pungkas Damar. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP