Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyerang 7 siswa SD di NTT pernah kerja di perusahaan asuransi

Penyerang 7 siswa SD di NTT pernah kerja di perusahaan asuransi Ilustrasi kekerasan pada anak. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur masih kesulitan mencari motif di balik aksi penyerangan terhadap tujuh siswa Sekolah Dasar di Sabu, Sabu Raijua yang dilakukan Irwansyah (32). Polda NTT berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya mencari tahu seluk beluk kehidupan pelaku.

Salah satunya soal pekerjaan Irwansyah di Jakarta sebelum dia bertolak ke NTT. "Kami dapat informasi bahwa sebelum ke NTT, pelaku sempat bekerja pada salah satu asuransi di Mampang, Jakarta Selatan," kata Kapolda NTT Brigjen Pol E. Widyo Sunaryo di Kupang, seperti dilansir Antara, Senin (19/12).

Sampai saat ini polisi masih mencari dan mengusut motif penyerangan tersebut. Setelah pelaku meninggal karena dihakimi massa, polisi agak kesulitan mencari motifnya.

"Tetapi kita terus mengumpulkan keterangan dari para saksi, yang berada di Sabu Raijua, dan juga terus menghubungi keluarga pelaku dengan harapan secepatnya bisa mendapatkan atau menyimpulkan motif dari penyerangan tersebut," ujarnya.

Tidak hanya membongkar motif, polisi juga punya tugas mengusut kematian pelaku di dalam sel. Namun penyelidikan kasus kematian pelaku akan dilakukan jika situasi keamanan di Pulau Sabu kembali tenang atau kondusif.

"Kita nanti akan menyelidiki kasus kematian pelaku, sebab mungkin saja ada orang lain yang sengaja melakukan hal tersebut yang menyebabkan kematian dari pelaku," kata Widyo Sunaryo.

Diberitakan, pada Selasa (13/12), seorang pria bernama Irwansyah menyerang tujuh Siswa SDN I Seba, Kabupaten Sabu Raijua. Akibatnya, tujuh siswa/siswi SD tersebut dilarikan ke Puskesmas di Sabu Raijua. Pelaku berhasil ditangkap kemudian dimasukan ke dalam sel di Polsek Sabu. Emosi dan kemarahan warga yang meledak-ledak tak terbendung hingga akhirnya terjadi pengeroyokan massa hingga pelaku tewas di dalam Sel.

Iransyah dketahui kelahiran Bekasi 28 Mei 1984, dan merupakan warga Kampung Tedurena, RT 04 RW 02 kelurahan Harjamjukti, Kecamatan Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sementara itu ketujuh siswa yang diserang tersebut sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing usai mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP