Penyelundupan 520 gram sabu dari Mali digagalkan
Merdeka.com - Aparat Bea Cukai Bandara Polonia Medan menggagalkan penyelundupan 520 gram sabu-sabu dari Mali, Afrika. Penerima barang haram itu juga berhasil dibekuk aparat kepolisian.
Modus penyelundupan sabu kali ini agak berbeda. Para pelaku menempatkan sabu-sabu seberat 520 gram di dasar dua buah guci keramik. Setelah diisi, dasar guci itu kemudian disemen putih sehingga membentuk dasar baru.
Guci keramik itu kemudian dikirimkan menggunakan jasa pengiriman internasional. Setelah singgah di Singapura, kiriman itu diangkut pesawat Silk Air ke Bandara Polonia.
"Sebenarnya ini modus lama. Jaringan narkotika ini kan suka coba-coba. Tapi waktu lewat mesin X-Ray terpantau petugas. Kemudian mereka (Bea Cukai) berkoordinasi dengan kita," ujar Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto kepada wartawan, Senin (28/5).
Setelah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan perusahaan jasa pengiriman, polisi akhirnya bisa menangkap Hengki Aritonang (35) di rumahnya di Jalan Pinguin 8, Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
"Mulanya kita hanya memperoleh alamat dan nomor handphone, tidak ada nama. Petugas menyamar jadi kurir perusahaan jasa pengiriman internasional, tapi orang-orang di alamat yang dituju tidak mengenal nomor telepon itu. Waktu kita telepon memang aktif tapi hp itu ada di Cengkareng," jelas Andjar.
Keesokan harinya, Kamis (28/5), polisi kembali mencoba menghubungi handphone yang tertera di tujuan barang kiriman itu.
"Saat kita telepon, ternyata dia sudah di Medan. Petugas kembali menyamar jadi kurir. Alamat tujuan itu ternyata memang rumahnya. Setelah dia tanda tangan, tersangka langsung kita tangkap," kata Andjar.
Saat ditanya wartawan, Hengki mengaku disuruh rekannya bernama Bernit Pasaribu, warga Jakarta. Rencananya akan ada orang lain yang menjemput barang itu dari rumahnya.
Hengki mengaku akan dibayar Rp 2 juta. Namun, dia baru terima Rp 700 ribu. "Selama ini aku kerja jadi kru sound system acara artis-artis. Sudah lama enggak pulang jadi mau aja disuruh," akunya.
Polisi sudah mengendus keberadaan Bernit. Bahkan polisi juga sedang memburu bos mereka di Malaysia. "Sejauh ini dua itu yang kita buron. Si B sudah terlacak di Simalungun," tandasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya