'Penyebaran Hoaks dan Provokasi Adalah Sesuatu yang Merusak'
Merdeka.com - Momen Idul Fitri harusnya semakin memperkuat semangat kebersamaan dan persaudaraan. Setelah itu diharapkan masyarakat bisa menahan diri tidak mudah terpancing dengan informasi sesat bisa memecah belah persatuan.
"Penyebaran hoaks dan provokasi adalah bagian dari sesuatu yang merusak orang lain dan juga merusak diri kita," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Oke Setiadi Affendi dalam keterangannya, Senin (17/5).
Dia juga mengingatkan di tengah situasi masih pandemi Covid-19 masyarakat tidak boleh abai dengan berbagai aturan yang diterapkan. Jangan pernah memaksakan diri sehingga bisa berdampak negatif.
"Keprihatinan kita, kemudian mawas diri kita harusnya lebih besar lagi di tengah situasi pandemi ini," tuturnya.
Dia mencontohkan terkait larangan mudik. Dengan kemajuan teknologi, lanjutnya, kita bisa tetap dapat berkomunikasi dan menjalin silaturahmi.
"Jadi karena situasi ini, kita berharap rasa empati bisa disampaikan kepada saudara-saudara walaupun tidak harus bertatap muka, tidak harus berbentuk kerumunan besar," imbuhnya.
Menurutnya, menunda kesenangan untuk tidak berkumpul agar tidak menyebarkan virus Covid-19. "Demi kebaikan semua masyarakat. Bukan buat kita saja, tetapi buat seluruh masyarakat, termasuk kita sendiri dan keluarga," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya