Penyandang disabilitas sempat dipersulit masuk ke GBK
Merdeka.com - Penyandang disabilitas kesulitan menyaksikan upacara penutupan Asian Para Games. Minibus yang mengangkut puluhan disabilitas dari Yayasan Elsafan, Jakarta Timur sempat dilarang masuk ke areal GBK.
Pantauan di lapangan, minibus sliver milik Yayasan Elsafan dihentikan petugas di dekat pintu masuk 5 GBK. Sejumlah Petugas Dinas Perhubungan tidak memperkenankan minibus memasuki pintu gerbang.
Aksi itu pun mengundang perdebatan dari penumpang minibus yang juga penyandang disabilitas, diantaranya Ritson.
Ritson mengaku mengalami kendala saat hendak masuk ke areal dalam GBK. Ia selalu dicegat. Seingatnya, sudah empat kali mendapatkan perlakuan tersebut.
"Kami mau masuk saja susah, tadi arahkan ke pintu masuk 10, pas di sana di suruh ke pintu 8, sampai pintu 8 di suruh ke pintu 5. Di sini (pintu 5) juga tidak bisa," katanya, Sabtu (13/10).
Dia mengungkapkan, kekesalannya. Ia bahkan mengancam melaporkan pelarangan ke Kementerian Sosial.
"Ini rombongan disabilitas20 orang. Dari pukul 17.00 WIB masih di sini aja," ujar dia.
Selang berapa menit kemudian, sekira pukul 17.48 WIB, perdebatan tersebut berakhir. Panitia memperbolehkan rombongan disabilitas itu masuk.
Reporter: Ady AnugrahadiSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya