Penutur musnah bahasa terancam punah
Merdeka.com - Budaya adalah salah satu bagian dari peradaban sebuah bangsa. Dia dibentuk dari bermacam pemikiran, dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti kondisi alam, perilaku masyarakat, dan banyak lagi.
Bahasa adalah salah satu dari sekian banyak hasil budaya. Mereka bersanding erat dan berkembang bersama. Dia bertindak sebagai wadah penyampai pesan dan maksud antarmanusia. Semua elemennya, langgam, tata bahasa dipengaruhi banyak hal. Seperti kata Piaget, seorang sarjana Perancis, budaya atau pikiran akan membentuk bahasa seseorang.
Menurut catatan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), bahasa daerah terdapat di Indonesia ada lebih dari 740 bahasa. Bukan main banyaknya. Sayang, 136 bahasa daerah masuk dalam kategori terancam punah.
Saat ini, 13 bahasa daerah di Indonesia memiliki penutur terbanyak, mencapai lebih dari satu juta orang. Sedangkan 14 bahasa daerah lainnya sudah punah karena minimnya jumlah penutur.
Menurut anggota Dewan Perwakilan Daerah, Aziz Qahar Mudzakkar, 13 bahasa daerah masih lestari karena banyak dipakai dalam percakapan saban hari yakni bahasa Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, Rejang, Lampung, Sunda, Jawa, Madura, Bali, Sasak, Makassar, dan Bugis.
"Ada 13 bahasa daerah yang punya penutur terbanyak dan masih jauh dari ancaman kepunahan. Ada 14 bahasa daerah yang sudah mati atau punah karena penuturnya tidak ada lagi" kata Aziz dalam kunjungan kerja Komite III DPD RI ke Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu, seperti dilansir dari Antara kemarin. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya