Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penusuk dosen Filsafat UGM hidup luntang-lantung

Penusuk dosen Filsafat UGM hidup luntang-lantung Farid Mustofa. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Khoirudin (25) kini diamankan aparat Polsek Ngaglik, Sleman, DIY, lantaran menusuk dosen Filsafat Universitas Gadjah Mada, Farid Mustofa. Selama hidup di Yogyakarta, pemuda itu diketahui hidup luntang-lantung.

Salah seorang rekannya, Sugeng, mengatakan Khoirudin sempat kuliah di Fakultas Filsafat UGM pada 2007. Namun, Udin, panggilan Khoirudin, akhirnya meninggalkan kuliahnya.

"Mengakunya sih setelah itu kuliah di hukum UI," ujar Sugeng, mahasiswa Filsafat angkatan 2005, saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (9/7).

Dua tahun menghilang, kata Sugeng, Udin kembali ke Yogyakarta. Selama tinggal di Kota Gudeg itu, Udin hidup berpindah-pindah dengan menumpang kos temannya, termasuk Sugeng. "Dia pernah tinggal seminggu di kos saya," ujar Sugeng.

Saat itulah, kata Sugeng, Udin kerap bercerita bahwa ia sering di guna-guna. "Memang dia sering melamun, katanya perutnya ada yang nusuk-nusuk," kata Sugeng meski tidak pernah melihat dia kesurupan.

Beberapa teman telah menyarankan Udin untuk berobat ke dokter atau setidaknya pergi ke pondok pesantren untuk mengetahui penyakit anehnya itu. Namun, kata Sugeng, hal itu tidak di indahkannya.

Kepada seorang teman, kata Sugeng, Udin malah pernah meminjam uang Rp 100 ribu untuk berobat ke orang pintar di Banyuwangi. "Kami sarankan mending balik ke Tegal (rumah keluarga), ketimbang ke orang pintar," kata Sugeng yang tidak mengetahui jelas asal-usul keluarga Udin.

Balik dari Banyuwangi, Udin kembali ke Yogya. Menggunakan ponsel milik Sugeng, ia mengirim pesan kepada Farid. Dari sent item, kata Sugeng, Udin ingin bersilaturahmi dengan Farid sekaligus membicarakan sakit yang dideritanya.

Betapa kagetnya Sugeng, begitu mengetahui niat silaturahmi itu berubah jadi insiden penusukan. "Saya juga kaget kok bisa seperti itu," ujar dia.

Kepada Jovanka, temannya di Filsafat UGM, Udin juga meminjam sepeda selama di Yogyakarta. "Sampai sekarang sepedaku juga belum balik," kata Jovanka.

Farid sudah sejak awal mengatakan kepada Udin bahwa ia tidak mengerti soal guna-guna. Namun, karena alasan silaturahmi, dia memperkenankan pemuda kurus itu untuk datang. Pengakuan Farid klik di sini.

Udin kini masih diamankan di Polsek Ngaglik, Sleman, DIY, akibat tindakan kriminalnya. Sementara Farid mengalami luka goresan pisau di leher akibat serangan yang dilakukan Udin di sebuah masjid di Rejodani. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP