Penunggak pajak kendaraan di Jawa Barat 5 juta orang
Merdeka.com - Kesadaran masyarakat di Jawa Barat dalam membayar pajak masih terbilang rendah. Paling tidak lima juta orang menunggak layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Potensi uang yang tidak masuk dalam pendapatan daerah pun diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.
"Kira-kira ada 5 juta orang yang nunggak, itu perkiraan kami," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jabar Dadang Suharto di Bandung, Sabtu (5/9).
Pihaknya mengaku telah melakukan kerjasama dengan kepolisian untuk memudahkan penerimaan pajak kendaraan bermotor. Berbagai inovasi dilakukan, dan yang terbaru adalah layanan Samsat Gendong. Layanan jemput bola ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
Salah satu fokus dari kerjasama ini adalah penyasar para penunggak pajak yang jumlahnya sangat tinggi. Pihaknya menargetkan mampu mendapatkan Rp1 triliun dari para penunggak pajak.
"Kalau dari para penunggak itu bisa membayar maka kita sudah bisa dapat minimal Rp1 triliun," ungkapnya. Beberapa kendala di lapangan sampai membludaknya jumlah penunggak memang bukan sepenuhnya orang malas bayar pajak. Terkadang kendaraan yang menunggak ternyata hilang atau terblokir.
Dia mengaku akan terus menggenjot orang membayar pajak dengan terobosan yang dikeluarkan. "Hingga akhir tahun ini, kami menargetkan pajak dari seluruh kendaraan bermotor mencapai Rp 10,7 triliun," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya