Penumpang protes barang dibongkar, ini kerja petugas Avsec bandara
Merdeka.com - Dalam beberapa hari terakhir, publik dihebohkan dengan curhatan seorang wanita calon pengguna pesawat, Imelda Ongkiwijaya yang mengeluhkan tindakan petugas Avsec di bandara. Lewat akun Facebook miliknya, dia merasa kecewa atas kelakuan mereka saat membongkar barang-barang miliknya dan tidak dirapikan kembali.
Curhatannya tersebut langsung mendapatkan respons dari para pengguna media sosial. Alhasil, tak sedikit yang mencecar tindakan petugas Avsec yang dianggapnya arogan dan melecehkannya itu.
"Saya marah, petugasnya tidak peduli dan cuma bisa ketawa-ketawa saja, anak-anak kakak saya sudah menangis dan muntah, tapi petugas-petugasnya tidak peduli," keluh Imelda seperti dikutip dari akun Facebooknya, Rabu (16/12).
Cerita itu langsung disebarluaskan oleh akun Facebook Ilha Latuconsina dan langsung mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Bahkan, tindakan tersebut dibagikan sampai 116.937 kali. Padahal, tindakannya itu bisa saja dianggap melanggar UU ITE.
Rupanya, tak semua setuju dengan unggahan yang dilakukan Imelda dan Ilha tersebut. Ada yang berpendapat ekspresi yang ditunjukan Imelda selaku korban sangat berlebihan, apalagi hanya berasal dari satu pihak saja.
Salah satunya Arief Prihantoro, lewat akun Facebook miliknya, dia menilai masih banyak yang tidak memahami duduk persoalan sebenarnya tanpa melakukan crosscheck lebih lanjut. Padahal, masih ada beberapa hal yang dianggapnya janggal dari tulisan Imelda tersebut.
"Hal yang tidak lengkap informasinya salah satunya adalah ketika Imelda menulis 'kami dibentak-bentak sama petugas bandara karena membawa 'snow spray'. Apakah benar dibentak-bentak, atau cuma dibentak atau hanya ditegur dan ditanya dengan suara keras? Tidak jelas informasinya. Tetapi tentunya ketiga diksi tersebut punya makna atau bisa ditafsirlan berbeda," tulis Arief.
Kemudian, Arief juga mengkritik tulisan Imelda yang menyebutkan petugas mengambil beberapa 'snow spray' miliknya. Dia menilai Imelda tidak menmahami bahaya yang tersembunyi jika tetap nekat membawa produk yang mengandung aerosol tersebut.
"Aerosol adalah bahan yang mudah meledak. Makanya dalam setiap kemasan produk yang mengandung aerosol selalu ada disclaimer hati-hati jangan membuang sembarangan kemasan yang sudah kosong karena mengandung bahan yg mudah meledak. Bisa kita bayangkan Imelda membawa banyak aerosol (dalam kemasan produk snow spray) ke dalam pesawat, apa tidak membahayakan para penumpang? Bisa dimaklumi kalau kemudian dia diperiksa oleh Petugas Avsec karena membawa barang berbahaya ke dalam pesawat."
Menurutnya, tindakan yang dilakukan petugas Avsec tersebut adalah untuk keammanan penumpang. Apalagi soal pengakuan Imelda yang menuding petugas tak bertanggung jawab untuk merapikan barang-barangnya kembali. Sebab, dalam jobdesk yang dimilik, Avsec tak memiliki kewajiban untuk membantu merapikan barang bawaan penumpang yang digeledah.
"Jobdesc semacam ini ibarat seorang polisi yang habis menggeledah rumah orang yang dicurigai menyimpan barang bukti kejahatan. Setelah penggeledahan selesai tidak ada kewajiban bagi polisi untuk merapikan kembali rumah tersebut. Dan tidak ada haknya si pemilik rumah memerintah (mewanti-wanti) polisi untuk merapikan rumahnya kembali setelah tugas investigasi selesai dilakukan. Tugas merapikan kembali adalah urusan si pemilik rumah.
"Tindakan Imelda yang kemudian memfoto para petugas Avsec dan mengunggahnya ke media sosial, tanpa memahami apa jobdesc Avsec dan apakah sudah dilakukan dengan benar sesui SOP, sehingga dapat membunuh karakter para petugas Avsec tersebut tanpa disadari oleh Imelda dapat melanggar UU ITE. Dan Ilha, yang ikut menyebarluaskan tulisan Imelda beserta foto-fotonya, tanpa dia sadari juga telah ikut melanggar UU ITE, karena bisa ikut mencemarkan nama baik orang lain." (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya