Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penumpang Lion Air makin emosi, pejabat Angkasa Pura dimaki-maki

Penumpang Lion Air makin emosi, pejabat Angkasa Pura dimaki-maki Penumpang Lion Air terlantar. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Penumpang Lion Air yang tak kuasa menahan emosi lantaran ditelantarkan oleh pihak maskapai, akhirnya meluapkan kemarahannya di Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta. Salah satu penumpang adu mulut dengan Direktur Operasional Angkasa Pura II, Djoko Murjatdmojo.

Dari pantauan merdeka.com, salah satu penumpang nampak bringas saat menyampaikan keluhannya. Dengan nada tinggi dan emosi meluap-luap, para penumpang memaki Djoko.

"Mana pertanggungjawaban pihak Lion Air ke kami, ini kami dipindahkan dari terminal satu ke terminal tiga mereka bilang pasti uang tiket akan dikembalikan," kata salah satu penumpang kepada Djoko, di Terminal Tiga, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (20/2).

Merasa terdesak, Djoko pun menjawab pertanyaan penumpang dengan meminta untuk tenang. Bahkan dia mengatakan bahwa persoalan ini merupakan tanggung jawab Lion Air.

"Tolong jangan bikin suasana makin panas. Harusnya dari pihak pesawat (Lion Air) yang bertanggung jawab, ini kita sedang mencari solusi ini," jawab Djoko.

Djoko mengklaim, pihaknya sudah membantu penumpang. Dari pengakuannya, pihaknya sudah memberi makan penumpang yang menginap lantaran jadwal penerbangan amburadul.

"Kita sudah bantu, kita kasih makan penumpang yang menginap di bandara ini. Jadi tolong saling mengerti," tambahnya.

Setelah perdebatan berlangsung panas, Djoko pun meninggalkan penumpang yang berbondong-bondong mengerumuninya. Mendengar pernyataan Djoko, salah satu penumpang wanita membantah pernyataan Djoko yang mengatakan memberikan makanan kepada penumpang.

"Dia bilang pihak angkasa pura memberi makan penumpang, mana? Enggak ada," teriak penumpang wanita itu.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP