Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penumpang berjejalan, pintu KRL sampai tak bisa ditutup

Penumpang berjejalan, pintu KRL sampai tak bisa ditutup Antrean penumpang KRL di Stasiun Juanda. ©2015 Facebook/Linggarjati Anja

Merdeka.com - Penumpukan penumpang terjadi di Stasiun Bogor hingga ke Tebet, Jakarta akibat KRL pagi ini mengalami gangguan. Setiap KRL yang datang langsung diserbu para penumpang meski kondisinya sudah sangat sesak.

Tiwi, seorang penumpang setia KRL menceritakan, commuter line yang dia tumpangi dari Stasiun Bojonggede sangat penuh sesak. Saking penuhnya penumpang, pintu kereta tidak bisa ditutup.

"Sudah gitu kereta tetap jalan karena sinyalnya sudah hijau," ujar Tiwi yang akan menuju Tebet untuk bekerja, Jumat (9/9).

Menurutnya, sejak pukul 06.00 WIB, penumpang sudah menyemut di stasiun Bojonggede. Hal ini karena kereta dari Bogor menuju Jakarta terlambat datang.

"Kereta terlambat datang, katanya imbas gangguan tadi subuh. Begitu ada KRL datang langsung diserbu, padahal sudah penuh," ujarnya.

Tidak sedikit penumpang yang akhirnya beralih meninggalkan KRL. Haris salah satunya. Mendengar info kereta gangguan, lajang 28 tahun ini akhirnya memilih menggunakan kendaraan pribadinya untuk mencapai Jakarta.

"KRL gangguan bang, jadinya tadi terpaksa bawa mobil lewat tol dan bawa 2 temen kantor juga," ujarnya.

Penumpukan juga terjadi di stasiun, Citayam, Depok Baru, Depok, Pondokcina hingga Tebet.

"Udah keretanya lama, penuh banget. Tapi terpaksa naik juga karena sudah telat ke kantor. Kalau naik transportasi lain malah makin telat. Yaudah terpaksa empet-empetan kayak pepes," ujar Nisa, warga Depok yang naik dari Stasiun Pondokcina dan mengakhiri perjalanan di Sawah Besar.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP