Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Pentingnya Dialog Antar Agama Untuk Menangkal Hoaks dan SARA'

'Pentingnya Dialog Antar Agama Untuk Menangkal Hoaks dan SARA' Ilustrasi Hoax. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong lebih banyak digelar dialog antar agama. PSI menilai dialog antar agama efektif dalam menangkal hoaks dan fitnah yang dapat memecah belah masyarakat.

"Kehadiran saya di Palangka Raya merupakan bagian dari rangkaian Safari Toleransi, yakni kegiatan silaturahmi ke berbagai institusi untuk bertukar gagasan tentang toleransi dan demokrasi," kata Sekjen Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni saat menghadiri acara 'Dialog Kebangsaan: Indonesia dan Toleransi' yang berlangsung di Gedung Keuskupan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/3).

Acara itu turut pula dihadiri tokoh lintas agama. Antara lain perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalteng, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalteng, Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Kalteng, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalteng, dan Uskup Palangkaraya Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka.

Menurut Raja Juli, mendekati Pemilu, politisasi agama membuat antarkelompok masyarakat rentan terjadi kecurigaan. "Duduk bersama, berdialog, saling mendengarkan seperti ini merupakan salah satu cara menangkal hoaks," kata Raja Juli.

Raja Juli mengatakan, kunci kerukunan antar umat beragama adalah kerendahan hati untuk mengakui bahwa masing-masing orang boleh melakukan klaim kebenaran.

"Jika kita menerima bahwa semua orang boleh melakukan truth-claim atas agamanya masing-masing, saya kira cara-cara kampanye murahan yang menggunakan SARA tidak akan mempan," kata Raja Juli.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP