Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjelasan BMKG Suhu di Tangerang Capai 36 Derajat Celcius, Terpanas di Indonesia

Penjelasan BMKG Suhu di Tangerang Capai 36 Derajat Celcius, Terpanas di Indonesia Ilustrasi cuaca panas. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Pakhnyushcha

Merdeka.com - Cuaca mayoritas di wilayah Jabodetabek terasa gerah dan panas akhir-akhir ini. Bahkan di Ciputat, Tangerang Selatan, sepekan terakhir merasakan panas yang tidak biasa.

"Udah sepekan kayak gini, tapi hari ini panas terik banget," kata Adi, kepada merdeka.com, Kamis (12/5).

Saking panasnya cuaca, dia bahkan tak merasakan embusan angin hari ini. Terlebih ketika tepat siang hari antara pukul 14 Wib hingga jelang sore pukul 15 Wib.

"Pagi jam 10-an udah mulai panas," katanya.

Saat melihat aplikasi cuaca di ponsel, tertera informasi cuaca di kawasan Pamulang 29 derajat celcius. Tapi dia merasakan lebih panas dari itu.

"Kayaknya ini sampe 34 derajat celcius," sambungnya.

Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat daerah dengan suhu tertinggi mencapai 36,1 derajat celcius. Daerah yang dimaksud adalah wilayah Tangerang dan Kalimantan Utara.

Hal itu pula yang membuat sejumlah wilayah di Tangerang Selatan seperti Ciputat sangat panas terik. Menurut, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, berdasarkan data pengamatan suhu udara maksimum di wilayah Ciputat yang diukur dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika II antara periode tanggal 1 - 11 Mei 2022 berkisar antara 33.8-36.0 derajat celcius.

"Nilai ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia lain," kata Miming melalui pesan singkatnya kepada merdeka.com, Kamis (12/5).

Berdekatan dengan Permukaan Laut

Panasnya cuaca di Ciputat, karena wilayah tersebut berada pada elevasi rendah dan cukup dekat dengan permukaan laut. Selain itu, terbatasnya area hijau menjadi salah satu faktor rekor suhu terpanas di Ciputat.

"Tutupan lahan yang didominasi oleh bangunan dan minimnya area pepohonan juga cukup berpengaruh pada peningkatan suhu udara permukaan di wilayah tersebut. Keberadaan bangunan dengan ketinggian homogen juga berpengaruh pada kurang lancarnya aliran udara permukaan," katanya.

"Jadi faktor secara umumnya kondisi lokal lingkungan di wilayah Ciputat sangat berpengaruh juga terhadap kondisi suhu yang lebih panas dibandingkan sekitarnya," sambungnya.

Miming juga mengatakan cuaca panas tidak hanya terjadi di Jabodetabek saja. Suhu panas di sejumlah wilayah Indonesia juga variatif.

Kondisi itu juga didukung data peta perkiraan awal musim kemarau BMKG. Disebutkan sebagian besar wilayah Jawa mulai memasuki awal musim kemarau dan sebagaian lainnya masih periode transisi

"Untuk saat ini hal tersebut tergantung pada jumlah tutupan awan di wilayah tsb dan tentunya kondisi lingkungan sekitar juga berpengaruh," ujarnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP