Penjaga kos minta polisi juga periksa teman-teman Akseyna
Merdeka.com - Akseyna Ahad Dori alias Ace, mahasiswa jurusan Biologi Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat ditemukan tewas di Danau Kencana pada 26 Maret 2015 lalu. Awalnya Akseyna dikira bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri karena dalam tasnya ditemukan batu bata.
Selama kuliah di UI, Ace tinggal di kosan di Wisma Widya, di Jalan Kabel, Beji, Depok. Menurut penjaga kos, Edi Sukardi, Ace tahu tempat kos tersebut dari temannya yang sudah lama menghuni di kosan tersebut.
"Yang bawa Akseyna ke sini itu Yohanes," ujar Edi saat ditemui di lokasi, Depok, Jawa Barat, Selasa (1/3).
Menurut Edi, Ace lebih dekat dengan temannya bernama Jibril. Jibril sering sekali datang untuk pergi kuliah bersama.
"Yang sering ke sini Jibril, karena dia tinggal di belakang. Dia nggak pernah lama di sini, bangunin Ace terus suka pergi bareng, nggak tahu kuliah atau ke mana tapi selalu bareng," ujarnya.
Awalnya, kata Edi, dirinya tidak menyangka mayat yang ditemukan di danau UI tersebut adalah salah satu penghuni kosannya.
"Itu waktu ditemuin saya nggak tahu itu dia (Ace). Saya tahu ada mayat, tapi saya nggak tahu itu dia. Tahunya polisi ke sini, kaget saya," ujarnya.
"Saya masih lihat dia minum di bawah, eh tahunya (ditemukan tewas). Perkiraan saya itu Selasa malam itu antara pukul 11.00 WIB setengah 12.00 WIB dia di bawah lagi minum di bawah," tambahnya.
Setelah Ace meninggal, Edi tidak pernah melihat lagi Jibril juga teman-temannya yang lain.
"Saya baru deket itu si Jibril, si Fras tinggi itu juga kenal pas kejadian ini. Yang lain-lainnya nggak tahu. Jibril itu yang sering ke sini, tempat kosnya belakang ini. Cuma dia sudah pindah, nggak tahu apa alasannya. Katanya capek dikejar-kejar wartawan terus. Ini masalahnya, kenapa nggak kontrol di sana," terangnya.
Sebelumnya Edi mengaku dirinya sering diperiksa polisi terkait kasus kematian Ace. Bahkan orangtua Akeseyna menuduh dia sebagai pembunuh Ace. Namun Edi membantahnya. Bahkan Edi menantang sumpah pocong untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.
Atas hal tersebut, dirinya sempat menantang kepada penyidik Polda Metro Jaya dan juga orangtua Ace untuk bersumpah pocong.
"Kemarin saya tantang, waktu ada bapaknya (Akseyna), bukan nantang sie. Kalau masih curiga Saya, Saya bilang ayo pak kita sumpah pocong saja. Kalau orang yang lain nuduh saya dia yang kena, kalau saya bohong saya yang kena. Polisinya bilang itu kalau orang salah suka begitu, saya nggak usah sumpah Alquran. Kalau sumpah pocong, misal saya berbuat, padahal saya ngaku nggak berbuat baru besok atau seminggu saja sudah bisa mati, jangan main-main kalau sumpah pocong," bebernya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya