Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peningkatan ketahanan pangan melalui workshop agen perubahan

Peningkatan ketahanan pangan melalui workshop agen perubahan Kementan acara Bogor. ©2014 merdeka.com/dede rosyadi

Merdeka.com - Permintaan pangan penduduk dunia semakin hari semakin meningkat. Produktivitas pangan mau tak mau harus ditingkatkan.

Untuk mencapainya, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar workshop kepada para agen perubahan agar bisa memberikan pengetahuan teknologi pangan kepada para petani. 

"Untuk memenuhi permintaan pangan penduduk dunia pada tahun 2050, dibutuhkan peningkatan produksi pangan global sekitar 60-70 persen dari produksi pangan dunia saat ini," kata Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, DR Handewi P Saliem.

Hal itu disampai Handewi dalam acara peningkatan kapasitas nasional dalam bidang transfer teknologi untuk pertanian berkelanjutan, yang diadakan di Bogor, Jawa Barat, Senin (28/4).

Menurut Handewi, meningkatnya permintaan pangan akibat pertambahan penduduk dan tingkat pendapatan serta perubahan pola konsumsi menjadi masalah dunia. 

Pelatihan yang digelar Kementan ini bertujuan, untuk menjawab tantangan ketahanan pangan tersebut. Caranya, dengan meningkatkan keterampilan dan pemahaman dari para agen perubahan di bidang teknis maupun kebijakan.

"Untuk membekali mereka agar dapat mentransfer pengetahuan secara efektif kepada para petani, terutama petani penggarap," ujarnya.

Selain itu, dalam pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pangan nasional dalam hal transfer teknologi, pertanian yang berkelanjutan, produktif, dan sesuai dengan sumber daya petani miskin, sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional.

"Yang dimaksud transfer di sini, bagaimana memberikan hasil yang terbaik kepada para petani. Sementara teknologi itu adalah cara memperoleh hasil yang baik," ungkapnya. 

Transfer teknologi untuk pertanian berkelanjutan ini dilaksanakan dari tanggal 28 April sampai dengan 2 Mei 2014, bertempat di CAPSA- ESCAP, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini diselengggarakan atas kerjasama antara Badan Litbang Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia dengan Centre for Alleviation of Poverty through Sustainable Agriculture (CAPSA), ialah salah satu lembaga regional dibawah United Nations Economic and Sosial Comission for Asia and the Pacific (UNESCAP) dan AVRDC- The World Vegetable Center.

(mdk/cza)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP