Pengusaha: Semua Bisnis Hotel Terdampak Pandemi, Cepat Terpukulnya Lambat Recoverynya
Merdeka.com - Dampak pandemi Covid-19 membuat bisnis perhotelan menjadi sulit. Seorang pengusaha Hotel, Sona Maesana, mengungkapkan bahwa perhotelan adalah bisnis yang paling terdampak dan lama pulihnya.
"Memang adanya Covid ini, saya yakin semua bisnis hotel paling terdampak dan terpukul, paling cepat terpukulnya paling lambat recoverynya," katanya dalam diskusi BNPB Protokol Kesehatan di Hotel dan Tempat Wisata, Selasa (20/10).
Penyebabnya, kata dia, adalah turunnya okupansi rate penggunaan fasilitas yang dimiliki dan dijual oleh hotel. Pandemi Covid ditambah PSBB, membuat pergerakan manusia dibatasi.
"Jadi orang yang traveling juga tidak ada, untuk menyelesaikannya kegiatan, entah itu meeting, wedding atau event lainnya juga tidak bisa dilakukan jadi otomatis dari segi revenue, segi okupansi juga turun lumayan terjun ya, itu dampak paling utama dari sisi hotel," ungkapnya.
Sona mengungkapkan, pada saat kebijakan PSBB ada beberapa hotel yang memutuskan menutup operasionalnya. Tetapi, hotel miliknya, The Sunan Hotel Solo tetap beroperasi dengan standar protokol kesehatan yang sangat ketat.
"Jadi perbulan April kita langsung menerapkan standar protokol seperti penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh, pengisian data diri lalu semua karyawan kita fasilitasi dengan alat kesehatan face shield lengkap," ucap Sona.
"Bahkan di bulan Mei atau Juni kita melakukannya PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) kita mendapatkan sertifikasi hotel yang menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya.
Di kesempatan sama, Pengusaha Amithya Hotel, Rucita Permatasari, merasakan hal yang sama. Namun, kini hotelnya tetap beroperasi dan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.
"Kita termasuk Amithya hotel sangat sangat mengikuti aturan dimulai dari staf kita untuk menjaga kesehatan, dan kita setiap dua minggu seluruh staf saya swab agar meyakinkan customer tidak perlu khawatir di masa pandemi untuk staycation," ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan edukasi tentang kebiasaan memakai masker. Dia mengungkapkan, masih ada tamu hotel yang tidak menggunakan masker.
"Memang kebiasaan ini yang biasanya tidak memakai masker kita saling toleran untuk mengingatkan, karena beberapa customer masih merasa gerah mungkin jadi kita memberikan motivasi juga dan saling mengingatkan kadang kadang orang gak sadar buka," tuturnya.
"Akhirnya kita mengingatkan, lalu banyak perubahan perubahan yang terjadi yang tidak normal, tentunya dari breakfast, event dan lain lain," tandasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya